<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885</id><updated>2011-11-17T10:10:53.976+07:00</updated><category term='Aplikasi RAL menggunakan Excell'/><category term='Seputar Web...'/><category term='Dilema Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)'/><category term='Sejarah Amdal'/><category term='Pertandingan Futsal UMB Vs BRI'/><category term='Metode Penelitian dalam Penulisan Karya Ilmiah'/><category term='Job Interview Tips..'/><category term='Penggunaan Pestisida'/><category term='Gempa di Sumatera'/><category term='Sulitnya membuat Proposal Skripsi..'/><category term='Lagi-lagi CPNS'/><category term='Raflesia Arnoldi'/><category term='Epidemiologi'/><category term='Cerita Laron'/><category term='Class Action'/><category term='Toksikologi Lingkungan...'/><category term='Tentang Sampah..'/><category term='Catatan dari negeri INSOMNIA..'/><category term='BERITA'/><category term='Menggunakan waktu..'/><category term='Beli Buku VS Balek Dusn'/><category term='The right man on the right job'/><category term='Cap Kodok di Bengkulu'/><category term='chi square dengan SPSS'/><category term='Pencemaran Tanah'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-4877943375068136022</id><published>2011-11-17T09:54:00.006+07:00</published><updated>2011-11-17T10:10:54.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chi square dengan SPSS'/><title type='text'>chi square dengan spss</title><content type='html'>Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam olah data chisquare dengan SPSS dapat dilihat pada gambar berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ZdBvRRwGgqc/TsR6m3wLIRI/AAAAAAAAAHM/XtnuwMA3k_w/s1600/spss020.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 248px; height: 159px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZdBvRRwGgqc/TsR6m3wLIRI/AAAAAAAAAHM/XtnuwMA3k_w/s320/spss020.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675796238613291282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Yx1wtCX6Af0/TsR6m2CCnlI/AAAAAAAAAHE/hDWYiyvGmDM/s1600/spss019.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 235px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Yx1wtCX6Af0/TsR6m2CCnlI/AAAAAAAAAHE/hDWYiyvGmDM/s320/spss019.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675796238151360082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-CQsWwyc_N1A/TsR6m24AQ8I/AAAAAAAAAG8/pSWwf9mhE2s/s1600/spss018.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-CQsWwyc_N1A/TsR6m24AQ8I/AAAAAAAAAG8/pSWwf9mhE2s/s320/spss018.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675796238377698242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-YmBwcRMPX2M/TsR6nInOQdI/AAAAAAAAAHg/aZ3zZCsj-Jk/s1600/spss021.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 234px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-YmBwcRMPX2M/TsR6nInOQdI/AAAAAAAAAHg/aZ3zZCsj-Jk/s320/spss021.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675796243139150290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-4877943375068136022?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/4877943375068136022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2011/11/chi-square-dengan-spss.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/4877943375068136022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/4877943375068136022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2011/11/chi-square-dengan-spss.html' title='chi square dengan spss'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ZdBvRRwGgqc/TsR6m3wLIRI/AAAAAAAAAHM/XtnuwMA3k_w/s72-c/spss020.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-4027149820488586509</id><published>2011-10-25T11:45:00.003+07:00</published><updated>2011-10-25T11:50:31.507+07:00</updated><title type='text'>Penerapan K3 di Perusahaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penerapan K3 dalam perusahaan akan selalu terkait dengan landasan hukum penerapan K3 itu sendiri. Landasan hukum tersebut memberikan pijakan yang jelas mengenai aturan yang menentukan bagaimana K3 harus diterapkan. Di Indonesia, sumber-sumber hukum yang menjadi dasar penerapan K3 adalah sebagai berikut. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul karena Hubungan Kerja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per-05/MEN/1993 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan,Pembayaran Iuran, Pembayaran Santunan, dan Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) merupakan program yang ditujukan untuk mendukung pelaksanaan sistem K3 dalam setiap perusahaan. Program-program yang menjadi ruang lingkup aturan ini adalah:&lt;br /&gt;a. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK);&lt;br /&gt;b. Tabungan Hari Tua; dan&lt;br /&gt;c. Jaminan Kematian (JK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika terjadi pelanggaran terhadap UU Keselamatan dan Kesehatan Kerja misalnya pengusaha tidak menyediakan alat keselamatan kerja atau perusahaan tidak memeriksakan kesehatan dan kemampuan fisik pekerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja mengatur dengan jelas tentang kewajiban pimpinan tempat kerja dan pekerja dalam melaksanakan keselamatan kerja.&lt;br /&gt;Juga Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. Undang- Undang ini menyatakan bahwa secara khusus perusahaan berkewajiban memeriksakan kesehatan badan, kondisi mental dan kemampuan fisik pekerja yang baru maupun yang akan dipindahkan ke tempat kerja baru, sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang diberikan kepada pekerja, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebaliknya para pekerja juga berkewajiban memakai alat pelindung diri (APD) dengan tepat dan benar serta mematuhi semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.&lt;br /&gt;Undang-undang nomor 23 tahun 1992, pasal 23 Tentang Kesehatan Kerja juga menekankan pentingnya kesehatan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya hingga diperoleh produktifitas kerja yang optimal. Karena itu, kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja dan syarat kesehatan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penjabaran dan kelengkapan Undang-undang tersebut, Pemerintah juga mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) dan Keputusan Presiden terkait penyelenggaraan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang ini memuat ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 15.000.000. (lima belas juta rupiah) bagi yang tidak menjalankan ketentuan undang-undang tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-4027149820488586509?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/4027149820488586509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2011/10/penerapan-k3-di-perusahaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/4027149820488586509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/4027149820488586509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2011/10/penerapan-k3-di-perusahaan.html' title='Penerapan K3 di Perusahaan'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-8361696101342385248</id><published>2011-06-19T12:58:00.003+07:00</published><updated>2011-06-19T13:03:09.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Metode Penelitian dalam Penulisan Karya Ilmiah'/><title type='text'>Metode Penelitian</title><content type='html'>&lt;iframe src="https://docs.google.com/present/embed?id=dfr4z38t_14cwt3wxd3&amp;loop=true" frameborder="0" width="410" height="342"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-8361696101342385248?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/8361696101342385248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2011/06/metode-penelitian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/8361696101342385248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/8361696101342385248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2011/06/metode-penelitian.html' title='Metode Penelitian'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-1926124787581443492</id><published>2011-01-01T21:19:00.011+07:00</published><updated>2011-01-02T12:47:44.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sulitnya membuat Proposal Skripsi..'/><title type='text'>Sulitnya membuat Proposal Skripsi..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sulitnya membuat Proposal Skripsi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami tentang proposal skripsi, sebelumnya kita harus mengetahui dahulu tentang sebuah Penelitian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Apakah penelitian itu ?&lt;/span&gt; Penelitian berasal dari kata à Research = Re-Search = suatu pencarian yang berulang. Ada beberapa komponen dalam kegiatan penelitian yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penelitian merupakan suatu upaya mengetahui melalui pencarian atau penyelidikan atau percobaan yang cermat yang ditujukan pada penemuan atau penafsiran pengetahuan baru&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kita&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu investigasi (pencarian fakta) yang sistematik dari suatu masalah, isu atau pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Langkah-langkah dalam penelitian:&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Identifikasi masalah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Review teori/hasil penelitian sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memformulasikan permasalahan à pertanyaan penelitian à hipotesis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menentukan desain/prosedur penelitian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Melaksanakan penelitian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengumpulkan dan menganalisis temuan-temuan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menulis hasil temuan/jawaban dari pertanyaan penelitian dalam bentuk laporan à publikasi &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Prinsip Identifikasi Masalah dalam Penelitian (FINER)&lt;br /&gt;- Feasible&lt;br /&gt;- Interesting&lt;br /&gt;- Novel&lt;br /&gt;- Ethycal&lt;br /&gt;- Relevant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Feasible&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tersedia subyek penelitian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tersedia dana&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tersedia waktu, alat dan keahlian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Interesting&lt;/span&gt; = Menarik bagi peneliti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Novel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengemukakan sesuatu yg baru (orisinalitas)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Membantah atau mengkonfirmasi penemuan terdahulu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menlengkapi atau mengembangkan hasil penelitian terdahulu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ethycal &lt;/span&gt;= Tidak bertentangan dengan etika  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relevant&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Relevan bagi pengembangan ilmu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Relevan utk tatalaksana pasien atau kebijakan kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Relevan sbg dasar utk penelitian selanjutnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber masalah penelitian&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kepustakaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bahan diskusi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengalaman sehari-hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pendapat pakar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber non-ilmiah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Bagi mahasiswa kesehatan yang kesulitan dalam pembuatan proposal skripsi ada baiknya memperbanyak "wawasan pustaka" dengan membaca jurnal penelitian dari link berikut ini (silahkan di klik)... :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://skripsistikes.wordpress.com/2009/04/17/judul-judul-skripsi-kesehatan-masyarakat-dan-keperawatan/" target="_blank"&gt;Judul-judul skripsi kesehatan masyarakat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://journal.ui.ac.id/?hal=detailArtikel&amp;amp;q=227" target="_blank"&gt;Journal Universitas Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://keslingundip.tripod.com/jkli/daftar_isi.html" target="_blank"&gt;Jurnal Kesling Universitas Diponegoro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-1926124787581443492?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/1926124787581443492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2011/01/sulitnya-membuat-proposal-skripsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/1926124787581443492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/1926124787581443492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2011/01/sulitnya-membuat-proposal-skripsi.html' title='Sulitnya membuat Proposal Skripsi..'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-7908786585003920328</id><published>2010-10-22T00:24:00.002+07:00</published><updated>2010-10-22T00:25:36.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan dari negeri INSOMNIA..'/><title type='text'>REnungan Malam..</title><content type='html'>Dalam kekalutan pikiranku, datang penyakit lamaku... selamat datang insomnia...lama kita tidak berjumpa..&lt;br /&gt;Sulit tidur atau lebih dikenal dengan insomnia merupakan hal wajar yang dialami oleh sebagian orang karena terjadi gangguan dalam fungsi otak. Stres, cemas oleh keadaan lingkungan tempat dia tinggal dan bekerja, bisa menjadi pemicu insomnia.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Mereka yang mengalami insomnia dapat melewatkan waktu selama berjam-jam sepanjang malam tanpa mampu tidur. Ini sangat menyiksa dan mengganggu kinerja tubuh si penderita. Tak jarang tubuhnya sangat lunglai, pucat, dan kurang bersemangat.&lt;br /&gt;Penyebab Insomnia&lt;br /&gt;1. Pemakaian obat-obatan terlarang bisa menyebabkan seseorang mengalami insomnia&lt;br /&gt;2. Pengobatan medis yang salah juga dapat mengakibatkan insomnia&lt;br /&gt;3. Perubahan jam kerja yang makin ketat&lt;br /&gt;4. Kondisi lingkungan yang miskin&lt;br /&gt;5. Depresi&lt;br /&gt;6. Stres&lt;br /&gt;7. Tubuh sedang sakit&lt;br /&gt;8. Diet yang terlalu memaksa&lt;br /&gt;9. Jet lag&lt;br /&gt;10.Kebisingan yang memekakkan telinga&lt;br /&gt;11.Ranjang tidur yang terlalu empuk&lt;br /&gt;12.Problem psikologi&lt;br /&gt;13.Dan penyebab-penyebab lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Negeri Insomnia tersebut aku berkenalan dengan seorang laki-laki yang bernama Hafidh yang merupakan salah seorang mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi di Negeri Insomnia. Hafidh selanjutnya mengajakku berkeliling untuk melihat kemajuan dunia pendidikan di negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut kagum.. melihat cara pendidikan yang sangat berbeda jauh dengan negeriku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling membuatku terkesan, di negeri insomnia yang telah maju tersebut adalah keberadaan sebuah Universitas yang memiliki ketentuan: seorang Dekan tidak boleh mengajar mata kuliah, seorang Dekan tidak boleh membimbing skripsi, seorang Dekan harus memiliki link dibeberapa negeri demi kemajuan Universitas tersebut dan seorang Dekan hanya diperbolehkan berada di Fakultas paling lama 1 minggu. Mengapa harus begitu Hafidh???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafidh menjelaskan bahwa di negerinya Universitas semuanya Swasta dan semua komponen Universitas di Negerinya bersaing ketat demi kemajuan Universitas mereka. Dengan ketetapan ini diharapkan setiap orang tidak selalu berniat menjadi pemimpin dan diharapkan pula hanya pemimpin yang berkompeten dibidangnya yang dapat tampil untuk memimpin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa belum puas dengan jawaban Hafidh..&lt;br /&gt;Salah satu akibat dari swastanisasi sebuah Universitas di Negeriku dalah banyaknya penganggur lulusan SMU. Sebab utama mereka tak bisa melanjutkan pendidikan ke universitas adalah faktor biaya. Sebab kalau faktor keterbatasan daya tampung yang berimplikasi pada syarat kemampuan intelektual rasanya kemungkinannya kecil. Hal ini terbukti dari banyak universitas swasta yang mengeluhkan kekurangan mahasiswa sehingga sebenarnya tanpa tespun calon mahasiswa akan diterima.&lt;br /&gt;Faktor biaya mahal sebagai faktor utama lulusan SMU tak bisa melanjutkan ke universitas ini menjadi makin diperparah setelah perguruan tinggi negeri yang sebelumnya dianggap universitas rakyat di mana biaya pendidikannya murah sekarang ini pun menjadi ’’swasta”. Menjadi ’’swasta” yang dimaksud di sini adalah subsidi SPP dari pemerintah dicabut sehingga universitas negeri menjadi mandiri atau dengan kata lain seperti universitas swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pfuih... aku tambah pusing.. tapi yang jelas mau Universitas swasta... ataupun negeri.. prinsipnya harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.. yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah “Sebuah Universitas yang memiliki Jaminan Mutu yang jelas bagi alumninya dan murah SPP nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu bisa terwujud??.. aku bergumam dalam hati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafidh selanjutnya mengajakku berjalan-jalan melihat kegiatan para mahasiswa di negerinya. Hal lain yang menggelitik hati kecilku, ada ketentuan setiap mahasiswa di Universitas Insomnia harus mengerti teknologi. Mengapa????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mahasiswa harus mengerti teknologi, bukankah teknologi tersebut harus dimiliki oleh salah satu fakultas tertentu seperti fakultas teknik informatika atau fakultas teknologi pertanian atau semacamnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, iya sekarang aku baru mengerti..&lt;br /&gt;Bagaimana kita akan menerapkan Bengkulu Kota Pelajar kalau kita hanya berpedoman pada pendidikan melalui tatap muka saja?&lt;br /&gt;Bagaimana pendidikan tanpa batas dapat terlaksana hanya dengan tatap muka tanpa melalui teknologi.. Apakah seorang Guru atau Dosen mampu menerapkan tatap muka terhadap murid atau Mahasiswanya lebih dari 2 jam??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf Hafidh aku sudah mulai mengantuk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdo’a dalam hati semoga perjalananku di negeri insomnia dapat bermanfaat, thanks Hafidh semoga hari esok aku akan selalu ingat pada negerimu dan aku tidak menderita amnesia...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-7908786585003920328?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/7908786585003920328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2010/10/renungan-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/7908786585003920328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/7908786585003920328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2010/10/renungan-malam.html' title='REnungan Malam..'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-6625762966331572985</id><published>2010-05-23T01:16:00.005+07:00</published><updated>2010-05-23T01:24:53.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Toksikologi Lingkungan...'/><title type='text'>TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa pengertian tentang Toksikologi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tosikologi: ilmu yg. mempelajari tentang efek-efek yang tidak diiinginkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(adverse effect)&lt;/span&gt; dari zat-zat kimia terhadap organisme hidup&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tosisitas: deskripsi dan kuantifikasi sifat-sifat toksis suatu zat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hazard: kemungkinan suatu zat kimia untuk menimbulkan cidera&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Risiko: besarnya kemungkinan zat kimia untuk menimbulkan keracunan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Efek aditif: efek gabungan dari dua bahan kimia = jumlah dari efek masing-masing bahan bila diberikan sendiri-sendiri (2+3=5)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Efek sinergistik: efek gabungan dari dua bahan kimia jauh melampaui penjumlahan dari masing-masing bahan kimia bila diberikan secara sendiri-sendiri (2+3=10). Contoh    Karbon tetraklorid dan etanol (keduanya à hepatotoksik) bila diberikan bersama-sama akan menyebabkan kerusakan hati yg. jauh lebih hebat dibanding jumlah masing-masing efek secara individual&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Potensiasi: keadaan di mana suatu senyawa kimia tidak mempunyai efek toksik thd. sistem atau organ ttt., namun bila ditambahkan ke bahan kimia lain akan membuat yg. terakhir menjadi lebih toksik (0+2=10)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Antagonisme: situasi di mana dua bahan kimia bila diberikan bersamaan, efeknya saling mempengaruhi bahan kimia yang lainnya (4+6=8, 4+ (-4)=0, 4+0=1) 4 dasar dari berbagai &lt;/li&gt;&lt;li&gt;     antidotum&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Terjadi atau tidaknya respons toksik dari suatu zat kimia tergantung pada:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sifat  kimia dan fisik dari zat tersebut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Situasi pemaparan jalur masuk dan tempat pemaparan, jangka waktu dan frekuensi pemaparan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerentanan sistem biologis dari subyek................&lt;a href="http://docs.google.com/Doc?docid=0AbriEknDQYJ7ZGZyNHozOHRfNHNqdGgyOGc0&amp;amp;hl=in"&gt;sambungan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-6625762966331572985?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/6625762966331572985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2010/05/toksikologi-lingkungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/6625762966331572985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/6625762966331572985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2010/05/toksikologi-lingkungan.html' title='TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN...'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-2537577616131983689</id><published>2010-05-08T02:02:00.003+07:00</published><updated>2010-05-08T23:50:06.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dilema Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)'/><title type='text'>DAMIU...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dilema Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini masyarakat Bengkulu mulai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“trend”&lt;/span&gt; menggunakan air minum yang berasal dari “Air Minum Isi Ulang”. Alasan dipilihnya DAMIU sebagai air minum karena selain lebih praktis (tidak perlu memasaknya terlebih dahulu) airminum ini juga dianggap lebih higienis. Menjamurnya DAMIU di kota-kota besar salah satu diantaranya diakibatkan mahalnya Air Minum dalam Kemasan (AMDK) yang diproduksi industri besar. DAMIU ini lebih murah yaitu sekitar 1/3 dari harga air minum kemasan yang diproduksi resmi perusahaan industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAMIU secara seharusnya harus memenuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keputusan Menteri Kesehatan (Kep-menkes) nomor 907 tahun 2002 tentang Syarat-syarat Kualitas Air minum&lt;/span&gt;. Salah satu parameter kualitas air&lt;br /&gt;minum yang perlu diperhatikan adalah kandungan logam berat timbal (Pb), kadmium (Cd), dan air raksi (Hg). Ketiga jenis logam berat tersebut dikenal dengan the big three heavy metal, hal ini karena toksisitasnya yang tinggi dan biasanya berada bersamaan, serta ketiganya merupakan bahan kimia yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi, peredaran, dan pengawasan AMDK yang diproduksi industri besar pada umumnya telah mendapat izin dari instansi terkait, yaitu registrasi minuman dalam kemasan dari BPOM, dan izin usaha dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) sehingga telah melalui pengujian kualitas sebelum diedarkan. Untuk depot DAMIU (di Provinsi Bengkulu), perizinan, pembinaan pengawasan, peredarannya belum dilakukan sebagaimana mestinya padahal masyarakat memerlukan informasi yang jelas terutama tentang keamanan konsumsi air minum ini. DAMIU di Provinsi Bengkulu pada umumnya hanya memiliki “Sertifikat Laik Sehat” yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan setempat. Untuk memenuhi kriteria (Kep-menkes) nomor 907 tahun 2002 tentang Syarat-syarat Kualitas Air minum di Provinsi Bengkulu sepertinya masih terlalu sulit untuk dilakukan, hal ini berkaitan dengan Laboratorium dan tenaga Laboran yang masih sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan standar DAMIU di Bengkulu juga ada yang belum memenuhi kriteria standar. Standard minimum peralatan DAMIU antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Memiliki penyaringan berupa Pasir silika dan karbon aktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pasir silika berfungsi untuk menyaring partikel besar dan kecil, endapan dan lumpur dalam air. Sedangkan karbon aktif berfungsi untuk menyerap bau dalam air dan menjernihkan air. Penempatan pasir silika dan karbon aktif adalah dalam tabung filter PVC, Fiber ataupun Stainless. Ukuran tinggi tabungnya biasanya 125 cm ataupun 150 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2. Memiliki penyaringan filter sedimen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk depot air minum, jumlah minimal filter sedimen adalah 6 buah (lebih banyak lebih baik). Penempatan filter sedimen adalah didalam Housing filter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3. Memiliki Ultraviolet yang sesuai kapasitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu komponen instalasi air minum yang penting adalah Ultraviolet, karena berfungsi untuk membunuh kuman,virus dan bakteri (termasuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;E-Colie&lt;/span&gt;). Efektifitas penyinaran lampu UV sangat tergantung kepada Daya (watt) lampu tersebut dan kecepatan air yang disinarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pencemaran dan Penggolongan Air &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran Air adalah: masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air dan atau berubahnya Kondisi air tersebut oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tersebut menjadi kurang atau tidak berfungsi sesuai dengan peruntukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan baku mutu dan nilai ambang batas:&lt;br /&gt;Baku mutu merupakan peraturan pemerintah resmi yang harus dilaksanakan yang berisi spesifikasi dari jumlah bahan pencemar yang boleh dibuang atau jumlah kandungan yang boleh berada dalam media ambien. Baku mutu lingkungan&lt;br /&gt;(BML) mempunyai karakter diwajibkan dan selalu merupakan Nilai Ambang Batas (NAB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baku limbah dalam sumber air harus mengikuti aturan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Apabila suatu sumber air diperuntukkan untuk golongan A, maka tidak diperkenankan membuang limbah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Apabila suatu sumber air diperuntukkan untuk golongan B, maka limbah  yang boleh dibuang kedalamnya harus memenuhi kualitas limbah golongan I&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Apabila suatu sumber air diperuntukkan untuk golongan C, maka limbah  yang boleh dibuang kedalamnya harus memenuhi kualitas limbah golongan II&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Penggolongan air menurut peruntukkannya berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 1990 Tentang  Pengendalian Pencemaran Air yaitu:&lt;br /&gt;Golongan A : Air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu;&lt;br /&gt;Golongan B : Air yang dapat dighunakan sebagai air baku air minum;&lt;br /&gt;Golongan C : Air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan;&lt;br /&gt;Golongan D : Air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, dan dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan, industri, pembangkit listrik tenaga air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu langkah dalam mencegah terjadinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;waterborne desease &lt;/span&gt;adalah memperhatikan sumber air. Untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit terhadap penggunaan air dari DAMIU hendaklah pemilik menggunakan air yang bersumber dari air Golongan A. Tentang penetapan golongan air ini ditetapkan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-2537577616131983689?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/2537577616131983689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2010/05/damiu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2537577616131983689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2537577616131983689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2010/05/damiu.html' title='DAMIU...'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-7601364521835086992</id><published>2010-04-14T09:23:00.007+07:00</published><updated>2010-04-14T09:36:55.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencemaran Tanah'/><title type='text'>Pendahuluan Pencemaran Tanah ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/S8Up-WLn8rI/AAAAAAAAAFQ/DCEO8qZOg8o/s1600/tanah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 212px; height: 158px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/S8Up-WLn8rI/AAAAAAAAAFQ/DCEO8qZOg8o/s320/tanah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459816274339558066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;            Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;          Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dampak yang Ditimbulkan Akibat Pencemaran Tanah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Berbagai dampak ditimbulkan akibat pencemaran tanah, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;1. Pada kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;     Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;     Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat menyebabkan gangguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan Kematian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;2. Pada Ekosistem&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;     Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat Kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;     Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan yang Harus Dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      Ada beberapa langkah penangan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah. Diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;1. Remidiasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;     Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;2. Bioremediasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : http://lasonearth.wordpress.com/makalah/makalah-pencemaran-tanah/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-7601364521835086992?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/7601364521835086992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2010/04/pencemaran-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/7601364521835086992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/7601364521835086992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2010/04/pencemaran-tanah.html' title='Pendahuluan Pencemaran Tanah ...'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/S8Up-WLn8rI/AAAAAAAAAFQ/DCEO8qZOg8o/s72-c/tanah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-8542705665756919633</id><published>2010-01-28T15:00:00.006+07:00</published><updated>2010-02-18T13:30:53.394+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertandingan Futsal UMB Vs BRI'/><title type='text'>Pertandingan Futsal UMB Vs BRI</title><content type='html'>Bagi yang belum pernah nonton pertandingan Futsal UMB Vs BRI, dapat dilihat disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/v/n_i-NBNv2Nk&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;%22%3E%3C/param%3E%3Cparam%20name=%22allowFullScreen%22%20value=%22true%22%3E%3C/param%3E%3Cparam%20name=%22allowscriptaccess%22%20value=%22always%22%3E%3C/param%3E%3Cembed%20src=%22http://www.youtube.com/v/n_i-NBNv2Nk&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;%22%20type=%22application/x-shockwave-flash%22%20allowscriptaccess=%22always%22%20allowfullscreen=%22true%22%20width=%22425%22%20height=%22344%22%3E%3C/embed%3E%3C/object%3E"&gt;Klik untuk melihat..&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk download film lengkap dapat dilihat disini (&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=n_i-NBNv2Nk"&gt;download........&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/n_i-NBNv2Nk&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/n_i-NBNv2Nk&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-8542705665756919633?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/8542705665756919633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2010/01/pertandingan-futsal-umb-vs-bri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/8542705665756919633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/8542705665756919633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2010/01/pertandingan-futsal-umb-vs-bri.html' title='Pertandingan Futsal UMB Vs BRI'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-3843188489628765398</id><published>2009-12-22T12:31:00.002+07:00</published><updated>2009-12-22T12:39:34.417+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The right man on the right job'/><title type='text'>Politics in My Campus..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SzBbM7z1drI/AAAAAAAAAFA/ldyHLyEtaio/s1600-h/DSC05315.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SzBbM7z1drI/AAAAAAAAAFA/ldyHLyEtaio/s320/DSC05315.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417930629498369714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Politics entered the Campus,&lt;/span&gt; This article tells about the condition of Muhammadiyah University of Bengkulu, at the time of the Rector Elections. The election head of university involve many components in University, being the Winner Teams. Furthermore the winner teams will get position if candidates that support wins, they will obtain position of leadership this University. Occasionally, job that give the Winner Team disregard motto "The right man on the right job" that reason are retribution team , consequently activity university will make leaders not they task, this must be considered by the Elected Rector . However consequent this role university future if managers no skill in they level manager? So according to writer, we may choice candidate there are rector, but we also must be consider the winner team rector, &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;that important to directness a University future.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-3843188489628765398?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/3843188489628765398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/12/politics-in-my-campus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/3843188489628765398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/3843188489628765398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/12/politics-in-my-campus.html' title='Politics in My Campus..'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SzBbM7z1drI/AAAAAAAAAFA/ldyHLyEtaio/s72-c/DSC05315.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-4025266153671283150</id><published>2009-12-17T14:50:00.006+07:00</published><updated>2009-12-17T15:03:24.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Job Interview Tips..'/><title type='text'>Interview</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/Synk60x3WOI/AAAAAAAAAE4/40-rOW8cPjY/s1600-h/banner+umb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 114px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/Synk60x3WOI/AAAAAAAAAE4/40-rOW8cPjY/s320/banner+umb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416111726141069538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;An interview gives you the opportunity to showcase your qualifications to an employer, so it pays to be well prepared. The following information provides some helpful hints.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Preparation:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Learn about the organization. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Have a specific job or jobs in mind. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Review your qualifications for the job. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Be ready to briefly describe your experience, showing how it relates it the job. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Be ready to answer broad questions, such as “Why should I hire you?” “Why do you want this job?” “What are your strengths and weaknesses?” &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Practice an interview with a friend or relative. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Personal appearance: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Be well groomed. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dress appropriately. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Do not chew gum or smoke. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;The interview:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Be early.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Learn the name of your interviewer and greet him or her with a firm handshake.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Use good manners with everyone you meet.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Relax and answer each question concisely.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Use proper English—avoid slang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Be cooperative and enthusiastic.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Use body language to show interest—use eye contact and don’t slouch.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ask questions about the position and the organization, but avoid questions whose answers can easily be found on the company Web site.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Also avoid asking questions about salary and benefits unless a job offer is made.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Thank the interviewer when you leave and shake hands.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Send a short thank you note.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Information to bring to an interview:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Social Security card. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Government-issued identification (driver’s license). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Resume or application. Although not all employers require a resume, you should be able to furnish the interviewer information about your education, training, and previous employment. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;References. Employers typically require three references. Get permission before using anyone as a reference. Make sure that they will give you a good reference. Try to avoid using relatives as references. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Transcripts. Employers may require an official copy of transcripts to verify grades, coursework, dates of attendance, and highest grade completed or degree awarded&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 204, 102);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 204, 102);font-size:85%;" &gt;From: cvbox.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-4025266153671283150?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/4025266153671283150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/12/interview.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/4025266153671283150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/4025266153671283150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/12/interview.html' title='Interview'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/Synk60x3WOI/AAAAAAAAAE4/40-rOW8cPjY/s72-c/banner+umb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-6454852645363804839</id><published>2009-12-11T15:12:00.010+07:00</published><updated>2009-12-11T15:28:43.925+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menggunakan waktu..'/><title type='text'>Cara Bijak Menggunakan Waktu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SyIBqR9jfuI/AAAAAAAAAEo/RvTmHvspLRs/s1600-h/091203-01-short-eared-dog_big.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 217px; height: 174px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SyIBqR9jfuI/AAAAAAAAAEo/RvTmHvspLRs/s320/091203-01-short-eared-dog_big.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413891527940472546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Ini Merupakan Tulisan Temen Sesama Blog Tentang Menggunakan Waktu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Adalah Sumber Yang Sangat Berharga, Jangan Pernah Sia-Siakan Waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersihkan Dan Tata Rapi Semua Benda-Benda Setiap Kali Anda Selesai Melakukan Suatu Pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih Satu Pekerjaan Yang Membutuhkan Banyak Pergerakan, Selesaikan Dan Beri Penghargaan Atas Usaha Anda Tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkan Waktu + 15 Menit Untuk Mempersiapkan Segala Sesuatunya Sebelum Berangkat Ke Kantor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisikan Ruangan Kerja Dengan Pemandangan Yang Menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri Kesempatan Orang Lain Untuk Mengerjakan Pekerjaan Yang Tidak Anda Sukai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapikan Barang-Barang Anda, Letakkan Ditempat Yang Mudah Terjangkau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri Penghargaan Kepada Diri Sendiri Atas Pekerjaan Yang Anda Lakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatkan Waktu Luang Untuk Hal-Hal Yang Berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan Relaksasi Pada Waktu Tertekan Dengan Mengamati Objek 15-20 Menit Sambil Menarik Napas Dalam-Dalam Dan Melepaskannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah Sesuatu Yang Sulit Dengan Hal-Hal Yang Kau Sukai Dan Menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi Dengan Atasan Untuk Membuat Skala Prioritas Pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosongkan Keranjang Sampah, Ingat Keranjang Sampah Bukan Tempat Menyimpan Benda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan Konsentrasi Dengan Mempelajari Hal Yang Rumit Selama 30 Menit Dan Berhenti Selama 10 Menit, Lalu Fokus Dan Pelajari Kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Skala Prioritas Suatu Pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membantu Seorang Teman Sesuaikan Dengan Kemampuan Dan Jangan Menyinggung Perasaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat Batas Waktu Penyelesaian Pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencanakan Hari Dengan Menulis Kegiatan Yang Harus Anda Selesaikan Dan Tambahan Waktu 15 Menit Untuk Istirahat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampaikan Pendapat Secara Jelas, Padat Dan Sesederhana Mungkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih 3 Skala Prioritas Pekerjaan Untuk Dilakukan Setiap Harinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Di Buku Catatan Topik-Topik Pembicaraan Dengan Seseorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah Bekerja Dengan Sesuatu Yang Menyenangkan Dan Nikmati Pekerjaan Tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanja Secara Borongan Dapat Menghemat Waktu Dan Uang Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Menunda-Nunda Pekerjaan Dan Jangan Menganggap Suatu Pekerjaan Kelihatan Kecil Dan Remeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah Untuk Membaca Al-Qur'an Untuk Memperkaya &amp;amp; Menenangkan Jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpan Energi Dan Waktu Untuk Melakukan Sesuatu Yang Penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil Hikmah Dan Pelajaran Dari Sikap Bersalah Dalam Menggunakan Waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuasai Informasi Seputar Pekerjaan Yang Harus Dan Akan Anda Selesaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catat Daftar Belanja Yang Akan Dibeli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesaikan Tugas Dan Jangan Berhenti Sebelum Tugas Tersebut Selesai Dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah Kalimat Pertama Pada Setiap Paragraf Berita Untuk Memudahkan Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyak Koleksi Pengalaman Daripada Koleksi Benda-Benda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Memaksakan Diri Menyelesaikan Suatu Pekerjaan Yang Tidak Dikuasai, Panggil Ahlinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangi Berbasa-Basi Untuk Menghemat Waktu Bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikap Pasti Dalam Mengambil Keputusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulis Beberapa Catatan Di Kartu Nama Yang Diberikan Oleh Seseorang Untuk Mengingat Suatu Kejadian Dengan Pemilik Kartu Nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letakkan Dokumen Penting Dalam Suatu Tempat Untuk Memudahkan Apabila Diperlukan Nantinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan Waktu Melamun Secara Positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Semoga bermanfaat..)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-6454852645363804839?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/6454852645363804839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/12/cara-bijak-menggunakan-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/6454852645363804839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/6454852645363804839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/12/cara-bijak-menggunakan-waktu.html' title='Cara Bijak Menggunakan Waktu'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SyIBqR9jfuI/AAAAAAAAAEo/RvTmHvspLRs/s72-c/091203-01-short-eared-dog_big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-297230824979040058</id><published>2009-12-09T22:42:00.013+07:00</published><updated>2009-12-09T23:06:14.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Sampah..'/><title type='text'>Sampah...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/Sx_K4sj7M9I/AAAAAAAAAEY/BEaCSQxvX6o/s1600-h/000k053aAaB+copy+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 256px; height: 184px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/Sx_K4sj7M9I/AAAAAAAAAEY/BEaCSQxvX6o/s320/000k053aAaB+copy+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413268352505951186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Sampah memiliki beberapa pengertian di antaranya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sampah adalah bahan padat atau semi padat yang dianggap sudah tidak berharga lagi untuk dipertahankan &lt;/span&gt;( Tchobanoglous, et al., 1993 ).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sampah adalah limbah padat sisa dari aktivitas manusia / masyarakat yang tidak terpakai baik organik maupun anorganik yang apa bila tidak dikelola akan mengganggu kesehatan manusia dan menimbulkan dampak lingkungan&lt;/span&gt; ( KEP-37MENLH/7/1995 Sesuai yang dikutip Wijoyo ).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sampah adalah merupakan bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis&lt;/span&gt;          ( Ecolink sesuai yang dikutip Suprihatin dkk )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menurut Perda Kota Surabaya No. 4 Tahun 2000 sesuai yang dikutip Wijoyo, sampah limbah yang berbentuk padatdan juga setengah padat yang terdiri dari bahan organik dan atau anorganik, baik logam maupun bukan logam, yang dapat terbakar atau tidak&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.184/KPTS/1990 Tentang pengesahan 8 konsep SNI bidang PU menyatakan : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari zai organik dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mustafa ( 1993 ) berpendapat bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sampah merupakan bahan yang tidak berguna hasil kegiatan dan upaya manusia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sampah menurut Clark dalam Mardani ( 1989: 10 ), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;merupakan segala bentuk limbah padat yang berasal dari kegiatan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-style: italic;"&gt;Sampah kota adalah sampah yang timbul dalam perkotaan ( tidak termasuk sampah berbahaya dan Beracun )&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Berdasarkan beberapadefinisi diatas, maka sampah dapat diartikan sebagai limbah padat atau sisa aktivitas manusia / masyarakat baik organic maupun anorganikyang masih memerlukan pengelolaan agar tidak menimbulkan masalah terhadap lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Berdasarkan karakteristik sampah khususnya sampah rumah, maka dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian besar, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;.  Barang lapak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Barang lapak adalah barang/sampah yang masih dapat dimanfaatkan atau diperjualbelikan, sehingga merupakan salah satu sumber penghasilan bagi pengusaha kompos atau ibu rumah tangga. Jenis sampah yang termasuk golongan ini adalah : segala jenis kertas, karton, besi bekas, kaleng, plastic, baotol, berbagai jenis karet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;2).  Bahan organik yang dapat dikomposkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Sampah yang termasuk dalam kelompok ini adalah material organik yang mudah atau cepat membusuk. Contohnya, daun-daunan, sisa makanan, buangan dapur, sisa sayuran, sisa buah-buahan, bekatul dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;3).  Residu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Sampah jenis ini adalah kelompok bahan yang tidak diperlukan lagi, baik untuk pengomposan maupun bahan lapak. Termasuk kategori ini adalah  bahan organic yang sukar terurai, seperti : kulit telur, kulit durian, sabut kelapa, batok kelapa, bongkol jagung, ranting dahan dll. Selain itu bahan lain yang termasuk B3, seperti batu batteray, pecahan lampu neon, dll&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Permasalahan sampah merupakan masalah yang komplek karena volume sampah sudah menunpuk sehingga dampak yang muncul bertambah yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Merupakan sumber penyakit: &lt;/span&gt;Tumpukan sampah identik dengan jumlah lalat dan serangga yang lain berpotensi untuk menularkan penyakit lewat makanan dan minuman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menimbulkan Bau: &lt;/span&gt;Dengan adanya sampah yang berasal dari perumahan dan lain –lain yang merupakan sampah basah akan menimbulkan bau tidak sedap, hal ini akan mengganggu aktivitas masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengganggu  Estetika:&lt;/span&gt; Sampah walaupun hanya dalam jumlah kecil kalau dibuang berserakan sudah mengganggu estetika apalagi tumpukan sampahyang sudah menggunung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengganggu kelancaran transportasi:&lt;/span&gt; Karena banyaknya sampah yang tidak tertangani akibatnya volume tempat sampah tidak mencukupi yang pada akhirnya meluber sampai menutupi jalan. Hal ini jelas mengganggu lalu lintas yang ada di sekitarnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mencemari air sumur dan air tanah&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Tapi kalo bercerita tentang sampah masyarakat.. sepertinya aku belum banyak dapat referensi......&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-297230824979040058?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/297230824979040058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/12/sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/297230824979040058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/297230824979040058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/12/sampah.html' title='Sampah...'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/Sx_K4sj7M9I/AAAAAAAAAEY/BEaCSQxvX6o/s72-c/000k053aAaB+copy+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-508239767957927899</id><published>2009-11-19T00:39:00.005+07:00</published><updated>2009-11-19T00:47:43.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aplikasi RAL menggunakan Excell'/><title type='text'>Aplikasi RAL menggunakan Excell..</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0); font-weight: bold; font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);font-family:arial;" &gt;Rancob merupakan singkatan dari Rancangan Percobaan yang pada umumnya digunakan pada penelitian dibidang pertanian. Berikut ini merupakan aplikasi Rancangan Acak LEngkap dengan menggunakan Program Excell yang dapat dipakai untuk pembuktian hasil RAL yang dilakukan secara manual ataupun program lainnya. Penggunaan Rumus Excell dalam metode ini menggunakan menu Insert-name-Define-Add.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);font-family:arial;" &gt;Dalam penggunaan rumus Excell dalam metode ini dapat dibuktikan secara manual, baik itu tabel anava maupun tabel F.Untuk penggunaan rumus jangan lupa untuk menuliskan "="&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SwQxzBiThUI/AAAAAAAAAEI/1SuZN27W_c4/s1600/Presentation2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 697px; height: 740px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SwQxzBiThUI/AAAAAAAAAEI/1SuZN27W_c4/s320/Presentation2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405500205406848322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk melihat gambar yang lebih sempurna, silahkan anda klik gambarnya...&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102); font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-508239767957927899?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/508239767957927899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/11/aplikasi-ral-menggunakan-excell.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/508239767957927899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/508239767957927899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/11/aplikasi-ral-menggunakan-excell.html' title='Aplikasi RAL menggunakan Excell..'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SwQxzBiThUI/AAAAAAAAAEI/1SuZN27W_c4/s72-c/Presentation2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-8780889728670826629</id><published>2009-10-31T18:22:00.013+07:00</published><updated>2009-10-31T20:11:20.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Web...'/><title type='text'>Seputar Web...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/Suw1w91LjhI/AAAAAAAAAEA/y_yisGJe0RI/s1600-h/rafflesia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 266px; height: 174px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/Suw1w91LjhI/AAAAAAAAAEA/y_yisGJe0RI/s320/rafflesia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398749168657993234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          Tulisan ini merupakan refleksi dari kesedihan penulis akibat banyaknya website beberapa instansi di Provinsi Bengkulu yang akhirnya websitenya ditutup karena tidak mampu membayar kontrak terhadap jasa pembuat website.&lt;br /&gt;Disini penulis tidak mau membahas tentang siapa yang salah dan siapa yang benar, tetapi sekedar share pengalaman penulis bagi websitenya yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;close.&lt;/span&gt;  Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah website.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seberapa pentingkah web tersebut dibutuhkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat web khusus bagi sebuah instansi membutuhkan dana yang besar, ini juga harus disesuaikan dengan keuangan instansi tersebut. Pertimbangan lain yang perlu juga diperhatikan produk yang dijual apakah laku dipasar atau tidak yang berpengaruh terhadap kelangsungan web tersebut. Pada umumnya pembuatan website harus bermuara kepada kenaikan sales atau penguatan branding usaha.&lt;br /&gt;Membuat Web berarti kita memulai untuk kegiatan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online.&lt;/span&gt; Sebuah situs web (sering pula disingkat menjadi situs saja; web site, site) adalah sebutan bagi sekelompok halaman web &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(web page),&lt;/span&gt; yang umumnya merupakan bagian dari suatu nama domain (domain name) atau subdomain di World Wide Web (WWW) di Internet.&lt;br /&gt;Memang sebuah instansi memiliki dana untuk itu, tapi kalau seandainya dana tersebut digunakan untuk hal-hal yang lebih urgent bukankah hal tersebut lebih berguna?. Kalau seandainya kita hanya menggunakan hp untuk sms-an dan nelpon aja untuk apa kita beli hp black berry??. Kegiatan pembuatan web hendaklah jangan dibuat untuk keren-kerenan saja tetapi hendaklah lebih memperhatikan fungsi dari pembuatan web tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Sudah mampukah SDM yang ada untuk terlibat dalam kegiatan web tersebut?&lt;/span&gt;    &lt;br /&gt;SDM yang ada perlu ditingkatkan dalam ilmu IT nya, maksudnya begini seluruh komponen yang ada dalam sebuah instansi hendaklah dilibatkan secara keseluruhan, jadi tanggung jawab mengenai web tersebut tidak hanya dipegang oleh satu orang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Belajar dari sarana yang free di internet&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;- Pembuatan email free&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghemat biaya dalam pembuatan email kita bisa memilih penggunaan fasilitas yahoo ataupun gmail atau yang lainnya yang bersifat free dan apabila nanti dibutuhkan kita bisa meng update email tersebut menjadi premium yang memiliki fitur tambahan dalam fasilitas free.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pembuatan web blog free&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa itu web blog??. Blog adalah situs web yang memuat tulisan yang disusun secara kronologis dan biasanya dibuat dengan sudut pandang pribadi, serta lebih terfokus dengan konten yang selalu terupdate. Ibarat rumah di dunia nyata, website atau blog merupakan rumah kita di dunia maya. Semakin nyaman rumah kita maka akan semakin betah tamu-tamu kita berkunjung ke rumah kita. Sama dengan website atau blog, semakin Anda memberikan nilai lebih pada situs Anda, semakin banyak pula tamu yang datang, berkunjung sampai nantinya bisa tertarik dengan program-program marketing yang Anda tanam dalam situs Anda.&lt;br /&gt;Beberapa situs gratisan dalam pembuatan blog/blogingg antara lain: muse crafters.com, vox.com, wordpress.com, inthewire.com, bloggger.com, livejournal.com, journalhome.com, freeopendiary.com, mysapce.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Memilih tempat hosting free &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tempat hosting free yang di internet yang didapatkan penulis dari salah seorang teman blog antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ol style="color: rgb(255, 255, 0); font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anzwers &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ASP Host-1 &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;AtHost &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;AtSpace &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;AwardSpace &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Balasainet &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Biz_ly &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bizhosting &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;BraveNet &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Brinkster &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bronwyn_co_uk &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ByetHost &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bz_tc &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Catch-0 &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Colony-1 &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Com-110mb &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Com-1111mb &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Com-1500mb &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Com-20megs &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Com-275mb &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Com-3000 mb &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Com-50Megs &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Com-7H &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Com-7Host &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Com-9999mb &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Community Architect &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cool Free Pages &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;CyberSoup &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DigitalZones &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DigitalZones &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DomainDLX &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DotHost &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dreamwater &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan sebagainya yang dapat dicari melalui google.com&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Hosting free tersebut dapat diupdate menjadi premium (berbayar) yang tentunya memiliki fasilitas yang lebih dibandingkan dengan gratisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Memilih domain gratisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Untuk mendaftar Domain free dapat digunakan co.cc com untuk kegiatan pribadi atau instansi yang free 1 tahun. Sedangkan bagi sekolah (yang berhubungan dengan pendidikan) dapat menggunakan domain ac.id atau sch.id yang disediakan oleh beberapa jasa hosting dan domain di internet seperti: www.kiosdomain.com, webiihost.com dan sebagainya yang bisa kita cara di google.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dalam pembuatan web blog seluruh komponen dalam sebuah lembaga diikut sertakan untuk memperbaharui isi dari blog yang tentunya kegiatan ini harus memiliki seorang editor sebelum hosting/tulisan baru dimasukkan kedalam blog.  Hal positif yang dapat diambil dari kegiatan ini kita dapat menilai kemampuan menulis kita dan terapan ilmu “Belajar sambil ngenet” dapat diterapkan sehingga istilah “Gaptek” tidak akan ada lagi yang pada akhirnya dapat menciptakan sebuah instansi, lembaga di Provinsi Bengkulu yang “MANDIRI” dalam teknologi internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keinginan dari penulis yang mudah-mudahan dapat terwujud dimasa akan datang:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;“Kalo ingin belajar web di www.pariwisata......com” ingin mengetahui tentang update terbaru antivirus di www.tvri......com, ingin belajar trik office 2007 di www.pemda......net dan sebagainya.................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-8780889728670826629?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/8780889728670826629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/10/seputar-web.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/8780889728670826629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/8780889728670826629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/10/seputar-web.html' title='Seputar Web...'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/Suw1w91LjhI/AAAAAAAAAEA/y_yisGJe0RI/s72-c/rafflesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-6363202237119489549</id><published>2009-10-17T21:06:00.007+07:00</published><updated>2009-10-17T21:32:57.913+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penggunaan Pestisida'/><title type='text'>Penggunaan Pestisida</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/StnUAstMHqI/AAAAAAAAAD4/39OQA6zA5j0/s1600-h/pestisida2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 253px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/StnUAstMHqI/AAAAAAAAAD4/39OQA6zA5j0/s320/pestisida2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393575137218666146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);font-size:85%;" &gt;Menggunakan Pestisida Secara Bijak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pestisida mencakup bahan-bahan racun yang digunakan untuk membunuh jasad hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya yang diusahakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Pest  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;berarti hama, sedangkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;cide &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;berarti membunuh. Penggunaan pestisida biasanya dilakukan dengan bahan lain misalnya dicampur minyak dan air untuk melarutkannya, juga ada yang menggunakan bubuk untuk mempermudah dalam pengenceran atau penyebaran dan penyemprotannya, bubuk yang dicampur sebagai pengencer umumnya dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;formulasi dust&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;atraktan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(misalnya bahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;feromon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;) untuk pengumpan, juga bahan yang bersifat sinergis lainnya untuk penambah daya racun.&lt;br /&gt;Kebiasaan petani dalam menggunakan pestisida kadang-kadang menyalahi aturan, selain dosis yang digunakan melebihi takaran, petani juga sering mencampur beberapa jenis pestisida, dengan alasan untuk meningkatkan daya racunnya pada hama tanaman. Tindakan yang demikian sebenarnya sangat merugikan, karena dapat menyebabkan semakin tinggi tingkat pencemaran pada lingkungan oleh pestisida.&lt;br /&gt;Pencemaran lingkungan pada industri pertanian disebabkan oleh penggunaan bahan-bahan kimia pertanian. Penggunaan bahan-bahan kimia pertanian dalam hal ini pestisida dapat membahayakan kehidupan manusia dan hewan dimana residu pestisida terakumulasi pada produk-produk pertanian dan perairan, untuk meningkatkan produksi pertanian disamping juga menjaga keseimbangan lingkungan agar tidak terjadi pencemaran akibat penggunaan pestisida perlu diketahui peranan dan pengaruh serta penggunaan yang aman dari pestisida dan adanya alternatif lain yang dapat menggantikan peranan pestisida pada lingkungan pertanian dalam mengendalikan hama, penyakit dan gulma.&lt;br /&gt; Penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan akan mengakibatkan banyak dampak, diantaranya dampak kesehatan bagi manusia yaitu timbulnya keracunan pada petani yang dapat dilakukan  dengan jalan memeriksa aktifitas kholinesterase darah. Faktor yang berpengaruh dengan terjadinya keracunan pestisida adalah faktor dari dalam tubuh (internal) dan dari luar tubuh (eksternal). Faktor dari dalam tubuh antara lain umur, jenis kelamin, genetik, status gizi, kadar hemoglobin, tingkat pengetahuan dan status kesehatan. Sedangkan faktor dari luar tubuh mempunyai peranan yang besar. Faktor tersebut antara lain banyaknya jenis pestisida yang digunakan, jenis pestisida, dosis pestisida, frekuensi penyemprotan, masa kerja menjadi penyemprot, lama menyemprot, pemakaian alat pelindung diri, cara penanganan pestisida, kontak terakhir dengan pestisida, ketinggian tanaman, suhu lingkungan, waktu menyemprot dan tindakan terhadap arah angin.&lt;br /&gt;Pestisida yang banyak direkomendasikan untuk bidang pertanian adalah golongan organofosfat, karena golongan ini lebih mudah terurai di alam. Golongan organofosfat mempengaruhi fungsi syaraf dengan jalan menghambat kerja enzim kholinesterase, suatu bahan kimia esensial dalam mengantarkan impuls sepanjang serabut syaraf. Pengukuran tingkat keracunan berdasarkan aktifitas enzim kholinesterase dalam darah dengan menggunakan metode Tintometer Kit, tingkat keracunan adalah sebagai berikut : 75% - 100 % kategori normal, 50% -  75% kategori keracunan ringan, 25% - 50 kategori keracunan sedang dan 0% - 25% kategori keracunan berat&lt;br /&gt;Selain berbahaya bagi kesehatan manusia, pestisida dapat mempunyai dampak buruk bagi lingkungan. Pestisida yang ditemukan dalam berbagai medium lingkungan hanya sedikit sekali, namun kadar ini mungkin akan lebih tinggi bila pestisida terus bertahan di lingkungan (residu). Pestisida dapat bertahan lama pada lingkungan karena mempunyai waktu paruh yang lama seperti jenis klororganik seperti DDT &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(Dikloro-Difenil-Trikloroetan)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. Dalam lingkungan air waktu paruh DDT, lebih dari 10 tahun, sedangkan dieldrin, 20 tahun. Dalam tanah, waktu paruh DDT sekitar 40 tahun. Bahkan, DDT (0,2 ppm) masih ditemukan dalam sampel lemak pada binatang Antartika. Cacing tanah dapat menimbun DDT dari tanah hingga 14 kali dari kadar DDT tanah itu sendiri, sedangkan tiram dapat menimbun DDT 10 hingga 70.000 kali dari kadar DDT air laut. Sedangkan pada manusia sebagai rantai makanan terakhir tidak mempunyai batas yang jelas, pada orang Eropa kadar DDT dalam sel lemak rata-rata 0,2 ppm sedangkan orang Amerika rata-rata 13,5 ppm.&lt;br /&gt; Menurut laporan kegiatan pemeriksaan aktifitas kholinesterase darah petani di Kabupaten Magelang pada tahun 2006 di beberapa kecamatan yang selama ini menjadi sentra holtikultura seperti di Kecamatan Ngablak, Pakis, Dukun, Kajoran, Bandongan,Windusari, dan Kaliangkrik dari 550 sampel darah petani yang selama ini menggarap ladang sayuran, didapatkan 99,8% keracunan pestisida. Dari 99,8% petani yang telah keracunan pestisida tersebut, 18,2% termasuk dalam kategori keracunan berat, 72,73% kategori sedang, 8,9% kategori ringan,dan hanya 0,1% kategori normal.&lt;br /&gt;Asosiasi Industri Perlindungan Tanaman Indonesia (AIPTI) mengemukakan dari 1.000 petani, tak lebih dari 10 petani yang telah menerapkan pola pemakaian pestisida secara benar. Kerugian dari perilaku buruk ini bukan cuma berdampak pada kerusakan lingkungan, kesehatan, dan timbulnya hama tanaman yang resisten. Namun, dari segi biaya produksi, penanaman cabe dan bawang merah yang over dalam pemakaian pestisidanya menyebabkan pembengkakan biaya.&lt;br /&gt;Munculnya hama yang lebih resisten akibat pemakaian pestisida yang berlebihan harus diperhatikan, AIPTI itu mencontohkan dengan apa yang tengah terjadi di Desa Sarireja Kecamatan Losari Kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah. Di desa itu, dalam dua musim tanam belakangan ini, tanaman cabe yang ditanam petani setempat mengalami gagal panen. Belakangan dari hasil penelitian lapangan tim AIPTI, kegagalan panen yang terjadi diketahui karena adanya sejenis virus yang berjangkit di tanaman cabe petani. Jenis virus itu belum ada obat pemusnahnya di pasaran. Virus itu biasanya menyerang seluruh bagian tanaman cabe hingga tanaman yang ada menjadi layu, daunnya keriting sampai akhirnya mengering.&lt;br /&gt;Penggunaan pestisida pada tanaman cabe paling sering ditemukan kandungan residunya. Kandungan residu tersebut yaitu propenofos lebih dari 5 miligram yang merupakan batas residu pada tanaman cabe. Hal ini dikarenakan adanya petani yang sering mengambil langkah praktis, mereka langsung menyemprot dengan pestisida tanpa memperhatikan nilai ambang ekonomi hama, dosis anjuran dan jenis pestisida.&lt;br /&gt;Merek pestisida terdaftar dan diterbitkan oleh Komisi pestisida sebanyak 101 jenis formulasi pestisida untuk 26 jenis hama penyakit tanaman cabe, 72 jenis formulasi pestisida untuk 18 jenis hama penyakit tanaman bawang dan 57 jenis formulasi pestisida untuk 13 jenis hama penyakit tanaman kentang.&lt;br /&gt;Pestisida jenis organofosfat di negara berkembang seperti Indonesia biasanya ditemukan dalam bentuk insektisida. Persenyawaan organofosfat pada mulanya ditemukan di Jerman selama Perang Dunia II. Mereka menggunakannya sebagai gas saraf dalam perang kimia seperti tabun, sarin dan soman. Sintesa awal meliputi persenyawaan seperti Tetraetilfirofosfat (TEPP), parathion dan skradan nyata efektif sebagai insektisida. Gas syaraf ini dapat mengimbulkan menurunnya kadar kholinesterase dalam darah.&lt;br /&gt;Selain dari penurunan kadar kolinesterase dalam darah, pestisida juga dapat menimbulkan penurunan kadar haemoglobin, penurunan fungsi hati dan bertambahnya volume ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);font-size:85%;" &gt;Kebiasaan Petani&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani cabe pada umumnya mereka lebih menyukai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;petunjuk tentang cara penggunaan pestisida &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dari petani yang mereka anggap berhasil dibandingkan dengan petunjuk dari Penyuluh Pertanian.  Petani dalam melakukan penyemprotan pestisida berdasarkan kebiasaan dan rutinitas tanpa memperhitungkan ambang ekonomi hama, petani tersebut juga melakukan penyemprotan tidak mempertimbangkan bahaya yang diakibatkan oleh pestisida tersebut. Petani diantaranya lebih menitik beratkan pada penghematan biaya dalam membeli pestisida, biasanya pestisida yang harganya mahal dicampur dengan pestisida yang harganya murah dengan perbandingan 1: 5.&lt;br /&gt;Penyemprotan pestisida di daerah ini biasanya terdiri dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;insektisida, fungisida, pupuk dan bahan perekat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyemprotan seperti ini dapat membahayakan para petani apabila tidak memperhatikan kaidah yang ditentukan. Pada umumnya petani mencampur lebih dari 2 jenis pestisida untuk satu kali penyemprotan, mereka melakukan penyemprotan seperti ini dikarenakan untuk menghemat waktu dan tenaga.&lt;br /&gt;Kebiasaan petani yang masih menggunakan jenis pestisida yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;dilarang beredar,&lt;/span&gt; jenis pestisida yang dilarang beredar antara lain:&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;-    Elsan 60 EC bahan aktif fentoat yang dilarang beredar tahun 1996.&lt;br /&gt;-    Metindo 25 WP bahan aktif metomil yang dilarang beredar tahun 1998.&lt;br /&gt;-    Dursban 20 EC bahan aktif klorpirofos yang dilarang beredar tahun 1998.&lt;br /&gt;Pada umumnya petani juga menggunakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;bekas kemasan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pestisida untuk kepentingan lainnya seperti untuk wadah minyak goreng dan untuk air minum.&lt;br /&gt;Petani dalam melakukan penyemprotan juga tidak mempertimbangkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;kandungan asam dan basa suatu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pestisida. Apabila dalam pelaksanaan penyemprotan tersebut kandungan pestisida yang bersifat asam dicampur dengan kandungan pestisida yang bersifat basa akan menimbulkan kristal,  sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada sprayer alat semprot. Sisa dari pestisida tersebut selanjutnya akan dibuang petani yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Apalagi sisa penyemprotan tersebut akan lebih berbahaya apabila dibuang di dekat sumber air minum tentunya akan mengakibatkan keracunan.&lt;br /&gt;Kebiasaan petani yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;manambah dosis, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;apabila pestisida tersebut tidak dapat membunuh hama, maka petani akan meningkatkan dosis, selanjutnya apabila hama tersebut masih belum dapat ditangani petani tersebut akan mencampur pestisida yang satu dengan pestisida yang lain yang harganya murah. Dosis pestisida yang tidak sesuai dosis berhubungan dengan kejadian keracunan pestisida organofosfat petani penyemprot. Dosis yang tidak sesuai aturan juga dapat mengakibatkan resistensi dan resurjensi hama tanaman. Dosis  pestisida yang tidak sesuai anjuran dapat menjadi penyebab keracunan pada petani dan lebih berbahaya lagi apabila pestisida dengan dosis yang tidak sesuai tersebut dicampur bersama akan menimbulkan efek dari bahan aktif masing-masing pestisida tersebut apabila masuk dalam tubuh petani. Efek tersebut antara lain efek adisi (efek dari masing-masing bahan aktif), efek sinergis (efek yang lebih besar dari masing-masing bahan aktif) dan efek antagonis (efek berkurangnya bahan aktif yang satu diikuti dengan peningkatan efek bahan aktif yang lain).&lt;br /&gt;Petani berangggapan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;penyemprotan pestisida mutlak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dilakukan, dan mereka beranggapan penyemprotan pestisida bukan bertujuan untuk mengendalikan hama tanaman, tetapi  mereka beranggapan untuk mencegah timbulnya hama tanaman tertentu.&lt;br /&gt;Kebiasaan petani yang melakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;penyemprotan lebih dari lebih dari 3 jam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. Penyemprotan pestisida dengan lama penyemprotan lebih dari 3 jam tanpa istirahat akan mengakibatkan keracunan kronik.  Dalam melakukan penyemprotan sebaiknya tidak boleh lebih dari 3 jam, bila melebihi maka resiko keracunan akan semakin besar. Seandainya masih harus menyelesaikan pekerjaannya hendaklah istirahat dulu untuk beberapa saat untuk memberi kesempatan pada tubuh untuk terbebas dari pemaparan pestisida.&lt;br /&gt; Kebiasaan petani yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;tidak memperhatikan arah angin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dalam melakukan penyemprotan. Kita tahu bahwa lebih dari 75 persen aplikasi pestisida dilakukan dengan cara disemprotkan, sehingga memungkinkan butir-butir cairan tersebut melayang, menyimpang dari aplikasi. Jarak yang ditempuh oleh butrian-butiran cairan tersebut tergantung pada ukuran butiran. Butiran dengan radius lebih kecil dari satu mikron, dapat dianggap sebagai gas yang kecepatan mengendapnya tak terhingga, sedang butiran dengan radius yang lebih besar akan lebih cepat mengendap. Dilaporkan bahwa 60 – 99 persen pestisida yang diaplikasikan akan tertinggal pada target atau sasaran, sedang apabila digunakan dalam bentuk serbuk, hanya 10-40 persen yang mencapai target, sedang sisanya melayang bersama aliran angin atau segera mencapai tanah.&lt;br /&gt;Petani pada umumnya tidak langsung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;mencuci pakaian &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yang digunakan tetapi mereka menjemur kembali pakaian mereka untuk digunakan pada saat penyemprotan selanjutnya. Kebiasaan ini dapat berakibat keracunan pada petani tersebut yaitu masuknya bahan kimia dari pestisida melalui kulit, bahan racun tersebut memasuki pori-pori atau terserap langsung ke dalam sistem tubuh, terutama bahan yang larut minyak (polar).  Pada petani pengguna pestisida keracunan yang terjadi lebih banyak terpapar melalui kulit dibandingkan dengan paparan melalui saluran pencernaan dan pernafasan.&lt;br /&gt;Pada umumnya perilaku petani menggunakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;APD yang tidak lengkap, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mereka pada umumnya hanya menggunakan rata-rata 3 APD yang berupa baju lengan panjang, celana panjang dan topi.  Pestisida umumnya adalah racun bersifat kontak, oleh karenanya penggunaan alat pelindung diri pada petani waktu menyemprot sangat penting untuk menghindari kontak langsung dengan pestisida. Pemakaian alat pelindung diri lengkap ada 7 macam yaitu : baju lengan panjang, celana panjang, masker, topi, kaca mata, kaos tangan dan sepatu boot. Pemakaian APD dapat mencegah dan mengurangi terjadinya keracunan pestisida, dengan memakai APD kemungkinan kontak langsung dengan pestisida dapat dikurangi sehingga resiko racun pestisida masuk dalam tubuh melalui bagian pernafasan, pencernaan dan kulit dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-6363202237119489549?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/6363202237119489549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/10/penggunaan-pestisida.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/6363202237119489549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/6363202237119489549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/10/penggunaan-pestisida.html' title='Penggunaan Pestisida'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/StnUAstMHqI/AAAAAAAAAD4/39OQA6zA5j0/s72-c/pestisida2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-2077950237420827505</id><published>2009-10-14T14:08:00.009+07:00</published><updated>2009-10-15T11:54:03.975+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Laron'/><title type='text'>Cerita Kecil tentang Laron..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/StV7V7XQXJI/AAAAAAAAADw/kioWn3_B1oc/s1600-h/laron+internet.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 285px; height: 277px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/StV7V7XQXJI/AAAAAAAAADw/kioWn3_B1oc/s320/laron+internet.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392351745488739474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);font-size:85%;" &gt;Malam 12 Oktober 2009&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Kota Bengkulu dipenuhi Laron yang berterbangan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Laron beterbangan....&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; Setiap musim penghujan, seringkali kita diganggu oleh segerombolan laron yang mengitari lampu diruang tamu atau di ruangan lain yang bisa menjadi sangat menjengkelkan. Bandel..! kata nenek ku. memang wajar sih, soalnya binatang yang satu ini termasuk kategori yang "pantang menyerah" dalam urusan bikin jengkel. Sudah di sapu dan dibersihkan, masih saja banyak yang berterbangan. Lampu dimatikan, mereka berjatuhan, yang akhirnya makin membuat kita sibuk dengan bulu2 yang berterbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Kehidupan Laron &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; Sepasang Laron&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; (Ordo Orthoptera) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;merupakan awal sebuah kerajaan dibentuk. Mula-mula semua pekerjaan mereka lakukan sendiri, seperti menggotong telur ke sudut penetasan, menyingkirkan tanah longsor, menutup celah bocor, dan berbagi makanan tentunya. Namun ketika sudah banyak telur yang menetas, maka induk laron tersebut otomatis akan menjadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;"raja dan ratu" laron.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; Pekerjaan pun diambil alih oleh anak-anak laron sebagai rakyat jelata, mereka disebut rayap. Sementara itu, sang ratu laron hanya bertugas berkembang biak, bertelur dan terus bertelur. Laron dalam satu hari dapat menghasilkan 18 ribu telur (rata-rata 30 butir tiap menit selama 10 jam). Berbagai sumber mengatakan umur hidup Ratu Laron dapat mencapai 20 tahun, hal ini dikarenakan asupan gizi Ratu Laron sangat lengkap yang dipenuhi oleh laron pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anak-anak laron (rayap) yg menetas dari telur Ratu laron ini berbeda-beda sosok tubuhnya. Ada yang mempunyai rahang yang luar biasa besarnya, sehingga ditugaskan sebagai serdadu baik itu jantan maupun betina, tetapi semuanya mandul karena alat kelamin mereka tidak tumbuh sempurna.  Kemandulan masal ini diduga karena telur yg ditetaskan menjadi mereka ini tidak dibuahi (semacam telur hermafrodit) Kalau ada telur yg dibuahi oleh sperma sang Raja laron, anak yg kemudian lahir tentu saja normal. Tetapi ternyata sang ratu punya kebijakannya sendiri. Kalau ia memandang perlu agar sang anak tidak tumbuh menjadi anak subur, maka ia akan memberikan hormon feromon primer yg akan membuat macet perkembangan kelamin anak tersebut (yg nantinya akan terus menjadi robot mandul). Yang diberikan lewat mulut oleh Ratu Laron ketika anak bertugas menyuapi ibunya. Namun ketika sang ratu memandang perlu untuk menghasilkan anak yg akan meneruskan generasinya maka ratu tidak akan memberikan hormon feromon primer tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Makanan Laron pada umumnya jenis jamur, jamur tersebut mereka tempatkan dalam rongga kayu seperti “spons”, disamping itu mereka juga makan rongga kayu lapuk  agar teruarai lebih lanjut lagi menjadi bahan organik. Dalam usus Laron terdapat bakteri dan Flagellata (protozoa yg bercambuk) yang  mengeluarkan enzim pencerna selulosa kayu sampai menjadi zat pati yg lebih sederhana. Zat yang berupa tepung ini kemudian dimakan oleh bakteri dan flagellata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tidak seperti serangga lainnya ; kecoa , semut, nyamuk, lalat yang sering kali kita lihat. Laron atau anai-anai amat jarang kita temui karena habitat hidupnya dibawah tanah namun sekali dia keluar dan menampakkan diri, daya ganggunya jauh melebihi daya ganggu serangga lainnya karena beribu-ribu mereka akan berterbangan memenuhi rumah. Prosesi keluarnya laron dari sarangnya sering terjadi malam hari dan biasanya di musim hujan, satu persatu mereka merayap dari bawah dan setelah sampai dipermukaan mereka terbang ; satu, dua, tiga, empat , seratus, ….. dan akhirnya beribu-ribu mereka berseliweran, berputar-putar memenuhi ruangan tempat ia keluar.&lt;br /&gt; Ada satu ritual unik yang dilakukan oleh laron-laron tersebut dan tampaknya ritual ini adalah bagian dari ”tarian hidup” yang harus mereka mainkan untuk mencapai kesempurnaan ”kelaronan” mereka dan ini berlaku universal untuk seluruh bangsa laron di dunia. Ritual unik yang mereka lakukan adalah terbang mendekati cahaya, berputar-putar mengelilingi sumber cahaya , menabrakkan diri, jatuh kelantai, terkulai dan mati, sebanyak yang terbang sebanyak yang mati. Apakah perilaku ini adalah kompensasi dari berlama-lamanya mereka hidup dalam kegelapan dan kepengapan ?. Wallahualam, namun seorang teman yang ahli biologi mengatakan bahwa ritual laron mendekati cahaya adalah untuk menghangatkan tubuh dan kawin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Sebuah Hikmah..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;- Anai-anai selalu berbakti kedua orang tuanya tanpa memikirkan apa yang akan dia dapat dan apa yang akan dia terima.&lt;br /&gt;- Laron selalu berfikir fokus kepada satu tujuan dan belum berhenti sampai tujuan itu tercapai.&lt;br /&gt;- Laron selalu berpikir positif yang diwujudkan dengan keinginan hidup dalam dunia yang terang benderang.&lt;br /&gt;- Laron walaupun membuat resah, tapi tidak menimbulkan penyakit, bahkan di daerah tertentu di Indonesia, laron dikonsumsi dibuat makanan yang dimakan dengan nasi.&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(153, 255, 255);font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Kehidupan merupakan proses yang harus dijalani. Setiap proses membutuhkan pengorbanan, orang yang matang dalam proses akan memiliki suatu kelebihan dibandingkan dengan orang yang hanya terfokus pada tujuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Siswa yang mengikuti proses perkuliahan dengan baik, walaupun mendapatkan hasil nilai yang tidak sesuai dengan keinginan memiliki kemampuan yang lebih yang akan berguna bagi kehidupan nantinya dibandingkan siswa yang mendapatkan nilai yang besar tetapi tidak mengikuti proses perkuliahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-2077950237420827505?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/2077950237420827505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/10/cerita-kecil-tentang-laron.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2077950237420827505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2077950237420827505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/10/cerita-kecil-tentang-laron.html' title='Cerita Kecil tentang Laron..'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/StV7V7XQXJI/AAAAAAAAADw/kioWn3_B1oc/s72-c/laron+internet.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-2683056333183297156</id><published>2009-10-10T01:37:00.011+07:00</published><updated>2009-10-15T11:56:02.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beli Buku VS Balek Dusn'/><title type='text'>Beli Buku VS Balek Dusun...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Sebuah Kenangan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Assalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Don’t Trouble Troubles Till Troubles Trouble You…"&lt;/span&gt; ini sebuah ungkapan yang saya dapat pada saat saya SMP., yang bertemakan tentang "Jangan Kita Mempersulit sesuatu masalah". Untuk itulah Blog ini sengaja dibuat, salah satunya kalau kuliah itu memang sudah sulit kenapa kita persulit??...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa orang mengatakan kuliah itu sulit, "kami gak ada uang pak untuk beli buku!!"..., "Kami dari Sekolah yang bukan kesehatan Pak, sehingga kuliah di Fikes UMB belum&lt;br /&gt;nyambung!!".. Di saat sekarang hal tersebut bukanlah suatu alasan lagi, terbukti dengan adanya &lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/6847274/kelas11_smk_ilmu-kesehatan_heru.pdf.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Buku Panduan Elektronik Anak Sekolah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang notabene harganya  dibawah harga buku biasa, harga buku setebal 278 halaman yang biasanya diatas harga Rp. 75.000, hanya Rp. 27.000 (Lihat halaman terakhir pada buku hasil download). Buku ini berisikan tentang pelajaran dasar setingkat SMA bagi anda untuk lebih dasar mengenal tentang ilmu kesehatan.&lt;br /&gt;Jadi mulai sekarang hilangkanlah pernyataan diatas, kalau anda masih beranggapan bahwa buku itu mahal, maka dengan adanya tulisan ini logika anda lumpuh....ha..ha..&lt;br /&gt;Salah satu yang menjadi kendala menurut saya saat ini, hilangkanlah kebiasaan seminggu sekali "Balek Dusun", kalau seandainya uang tersebut anda gunakan untuk ke warnet untuk&lt;br /&gt;belajar (hanya Rp. 4.000/jam) bukankah hal tersebut lebih bermanfaat..Hal lain yang dapat anda lakukan dengan cara membentuk kelompok belajar dengan mendirikan sebuah&lt;br /&gt;perpustakan yang terdiri dari beberapa orang, sehingga dapat melakukan sumbangan dari beberapa orang untuk membeli buku, bukankah di Bengkulu sudah ada &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Gramedia"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kenyataan yang terkadang menyedihkan, mahasiswa rata-rata memiliki hand phone tapi tidak memiliki komputer, mahasiswa rata-rata bisa chatting/facebook tapi tidak mengerti tentang blog internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan adanya tulisan ini dapat menjadikan kita lebih baik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah, &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Wassalam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-2683056333183297156?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/2683056333183297156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/10/beli-buku-vs-balek-dusun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2683056333183297156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2683056333183297156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/10/beli-buku-vs-balek-dusun.html' title='Beli Buku VS Balek Dusun...'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-8569327030723460809</id><published>2009-10-03T14:10:00.009+07:00</published><updated>2009-10-15T11:56:02.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gempa di Sumatera'/><title type='text'>Gempa di Sumatera...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SscEK1Oo-lI/AAAAAAAAADo/TXi38Q40HEM/s1600-h/blog2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 149px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SscEK1Oo-lI/AAAAAAAAADo/TXi38Q40HEM/s200/blog2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388280063305775698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terjadi kembali gempa bumi di Sumatera Barat (Sumbar)...,gempa yang terjadi pada sore hari tadi menimbulkan banyak kerusukan struktural dan &lt;a href="http://www.rozy.web.id/informasi/daftar-korban-gempa-padang-sumatera-barat/"&gt;korban jiwa&lt;/a&gt;, menurut lansiran berita di televisi bahwa getaran gempa di padang tersebut terasa di Mentawai,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jambi&lt;/span&gt;,Singapura hingga Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pemantauan &lt;a href="http://www.bmg.go.id/60gempa.bmkg?Jenis=URL&amp;amp;IDS=9279258135813849788"&gt;Badan Meteorologi dan Geofisika&lt;/a&gt;, gempa yang menguncang wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya memiliki dua pusat gempa (episentrum) yang berbeda, yaitu di laut dan di darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena alam yang terjadi dewasa ini sungguh tak dapat diduga, Kejadian alam yang terjadi dewasa ini sangat beragam, siapa yang salah??? Peristiwa alam ini lebih banyak dipicu oleh sentuhan tangan manusia baik yang legal maupun yang ilegal. Bencana yang merenggut nyawa, harta, dan dampak trauma psikologis yang mendalam akan duka cita, dan meninggalkan monumen murka alam bagi yang pelaku yang mengalaminya.&lt;br /&gt;Bencana ini akan menjadi pelajaran sekaligus guru yang berharga bagi masyarakat, selain berserah diri pada-Nya juga ada suatu upaya kongkrit yang dilaksanakan secara faktual dalam memahami dan mengantisipasi kondisi alam secara teoretis logis, salah satu wujudnya melalui konservasi alam perbukitan yang akan menjadi kawasan penyangga (daerah resapan dan cadangan air) kehidupan manusia dan ekosistem lainnya. Bentuk upaya kongkrit publik tersebut adalah berbagi peran dalan pelaksanaan pemeliharaan kawasan hijau, posisi birokrat sebagai pelaksana dan pembuat policy diharapkan dapat mengakomodir persoalan serta melegitimasi hak masyarakat. Gerakan yang sinergitas antara masing-masing elemen komponen tersebut dalam menyelamatkan alam lingkungan,yang diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif pasca bencana. Pemulihan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(recovery)&lt;/span&gt; kondisi masyarakat pasca bencana akan lebih solid ketika kita mencoba membangun manajemen bencana (management disaster) agar siklus normalisasi kehidupan termasuk rehabilitasi tercapai dengan rentang waktu yang sesingkat-singkatnya.&lt;br /&gt;Dengan melihat manajemen bencana sebagai sebuah kepentingan masyarakat kita berharap berkurangnya korban nyawa dan kerugian harta benda. Dan yang terpenting dari manajemen bencana ini adalah adanya suatu langkah konkrit dalam mengendalikan bencana sehingga korban yang tidak kita harapan dapat terselamatkan dengan cepat dan tepat dan upaya untuk pemulihan pasca bencana dapat dilakukan dengan secepatnya.&lt;br /&gt;Pengendalian itu dimulai dengan membangun kesadaran kritis masyarakat dan pemerintah atas masalah bencana alam, menciptakan proses perbaikan total atas pengelolaan bencana, penegasan untuk lahirnya kebijakan lokal yang bertumpu pada kearifan lokal yang berbentuk peraturan nagari dan peraturan daerah atas menejemen bencana. Yang tak kalah pentingnya dalam manajemen bencana ini adalah sosialisasi kehatian-hatian terutama pada daerah rawan bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesling Gempa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gempa dapat merusak berbagai fasilitas lingkungan, seperti MCK, septic tank, saluran limbah, sumur, tempat pembuangan sampah, saluran air bersih, dan lainnya. Fasilitas ini dalam kondisi normal menjadi media yang menjamin kebersihan dan kesehatan suatu lingkungan. Tidak berfungsinya fasilitas ini dengan demikian akan mengkhawatirkan munculnya bermacam penyakit menular.&lt;br /&gt;Setiap tempat tinggal manusia membutuhkan fasilitas lingkungan. Dikarenakan setiap saat manusia itu menghasilkan limbah dan membutuhkan air bersih. Demikian pula pada tempat tinggal sementara penduduk pasca gempa di pengungsian.&lt;br /&gt;Beberapa hari pasca gempa beberapa penyakit mulai biasanya akan mengancam para pengungsi. Seperti diare, disentri, infeksi saluran pernafasan, demam berdarah, malaria, dan sebagainya. Tanpa penanganan kondisi ini tentu dapat memperparah penderitaan korban. Bahkan, menimbulkan korban baru. Mulai sakit hingga meninggal dunia.&lt;br /&gt;Karenanya, bersamaan dengan program tanggap darurat prioritas yang layak segera diperhatikan adalah tanggap lingkungan. Yaitu upaya-upaya yang dilakukan untuk menangani masalah lingkungan pasca bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggap darurat sifatnya adalah penanganan sementara. Oleh karena itu dibutuhkan program atau fasilitas yang praktis namun optimal.&lt;br /&gt;Praktis karena mendesak dan dalam keterbatasan. Serta optimal agar sesuai fungsi yang dibutuhkan. Jangan sampai alih-alih ingin membantu kebutuhan korban. Justru berpotensi menimbulkan masalah baru.&lt;br /&gt;Pemenuhan fasilitas yang ramah lingkungan menjadi titik temunya. Selain menjawab kebutuhan dasar fasilitas yang ramah lingkungan juga dapat mengantisipasi dampak negatif. Bahkan, bisa berdaya guna.&lt;br /&gt;Fasilitas lingkungan mendasar yang dibutuhkan misalnya adalah jamban. Tempat, material bangunan, dan ketersediaan air yang terbatas menuntut penyediaan jamban yang praktis. Model jamban praktis dan ramah lingkungan yang direkomendasikan beberapa pihak adalah jamban ecosan atau bio-toilet.&lt;br /&gt;Jamban ini hemat air karena kotoran langsung masuk ke lubang tanah atau orang Jawa biasa menyebutnya dengan 'cubluk'. Ketika sudah tidak terpakai jamban ini tinggal ditimbun dan akan bermanfaat bagi kesuburan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas selanjutnya adalah tempat sampah. Potensi timbunan sampah cukup besar mengingat jumlah pengungsi yang banyak dengan tempat yang sempit. Sampah yang berserakan akan mengundang penyakit melalui lalat, tikus, atau nyamuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat sampah dengan demikian multak diperlukan. Akan lebih baik lagi jika tempat sampah menggunakan konsep pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Pemilahan ini akan memudahkan dalam pengelolaan dan pemanfaatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas berikutnya adalah sarana air bersih. Air bersih menjadi kebutuhan dasar untuk keperluan masak, minum, dan mandi. Kuantitas sarana ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan yang beragam. Mengingat ketersediaan yang terbatas maka penggunaan air pun perlu dikelola sehemat-hematnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya tanggap lingkungan kiranya tidak cukup hanya dengan penyediaan fasilitas. Yang tak kalah penting untuk diupayakan adalah penyuluhan bagi masyarakat (korban) tentang kesadaran dalam menjaga pola hidup yang sehat serta melakukan pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap gempa di Jawa Menteri Sosial RI mencanangkan program tanggap darurat selama 14 hari sejak terjadinya gempa. Dan, tanggap lingkungan diharapkan bisa menyatu dengan program tanggap darurat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca tanggap darurat program rehabilitasi dan rekonstruksi menanti untuk segera dilakukan. Dan, kembali, rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas lingkungan diharapkan dapat menjadi bagian yang diprioritaskan di dalamnya. Konsep ramah lingkungan menjadi acuan agar kondisi lingkungannya jauh lebih baik daripada sebelum gempa terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-8569327030723460809?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/8569327030723460809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/10/gempa-di-sumatera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/8569327030723460809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/8569327030723460809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/10/gempa-di-sumatera.html' title='Gempa di Sumatera...'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SscEK1Oo-lI/AAAAAAAAADo/TXi38Q40HEM/s72-c/blog2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-2542720909092864492</id><published>2009-09-21T18:05:00.004+07:00</published><updated>2009-10-15T11:56:02.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagi-lagi CPNS'/><title type='text'>Lagi-lagi CPNS</title><content type='html'>Seperti biasa.... keadaan di kota Bengkulu saat ini lagi heboh-hebohnya penerimaan CPNS,banyak komentar tentang CPNS ini, &lt;a href="http://bs-ba.facebook.com/topic.php?uid=123676590693&amp;amp;topic=7778"&gt;"Iko hanyo sekedar keluh kesah nengok kondisi kota tercinta yang super menyedihkan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;CPNS yang diharapkan dapat menjadikan Bengkulu lebih maju, ternyata..,pejabat dari Bengkulu pun tidak bisa menjaminnya..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Pernyataan Sekda Kota Bengkulu, yang menyebutkan tidak bisa menjamin pelaksanaan tes CPNS Kota Bengkulu &lt;a href="http://news.id.finroll.com/news/14-latest/112323-____mahasiswa-datangi-pemkot-terkait-penerimaan-cpns____.html"&gt;berjalan bersih&lt;/a&gt; merupakan indikasi telah terjadi unsur Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) pada penerimaan CPNS tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita do'akan saja moga CPNS di Tahun ini dapat menjaring orang-orang yang memang berkompeten di bidangnya, sehingga dapat menjadikan Bengkulu lebih Maju..... &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Mungkin Gak.....)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-2542720909092864492?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/2542720909092864492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/lagi-lagi-cpns.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2542720909092864492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2542720909092864492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/lagi-lagi-cpns.html' title='Lagi-lagi CPNS'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-2848596097821948607</id><published>2009-09-13T20:44:00.004+07:00</published><updated>2009-10-15T11:56:02.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Raflesia Arnoldi'/><title type='text'>Rafflesia Arnoldi..</title><content type='html'>Bunga Rafflesia merupakan flora  langka yang pertama kali ditemukan oleh Gubernur Jenderal Thomas Raffles dan dokter pribadinya yang bernama Arnoldi. Untuk mengenang jasa beliau maka dinamakanlah Bunga Raflesia Arnoldi (Raflesia sp).&lt;br /&gt;Bunga Rafflesia di Provinsi Bengkulu dapat dijumpai hampir di semua hutan Bengkulu yang merupakan hutan tropis basah dengan kelembaban tinggi, yang merupakan tempat yang sangat baik bagi tumbuhnya inang Bunga Raflesia, yakni tumbuhan jenis Liana (Tetra stigma). Kawasan hutan yang banyak ditumbuhi bunga Rafflesia di Provinsi Bengkulu dapat dijumpai di kawasan Cagar Alam (CA) Taba Penanjung I dan Taba Penanjung II Register 79. Disamping bunga raflesia daerah ini juga  menangkar bunga kibut atau bunga bangkai (Amorphophallus sp).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakal Bunga Raflesia yang bentuknya masih menguncup umumnya disebut knop, setelah dalam 10 hari atau 14 hari mendatang knop itu akan mekar dengan warna kuning kemerahan, selanjutnya berubah menjadi warna merah cerah, setelah mekar bunga tersebut akan menjadi hitam dan membusuk.&lt;br /&gt;Bunga Rafflesia selain ukurannya yang cukup besar, Rafflesia Arnoldi memiliki warna menawan dengan bunga yang berwarna merah dan dihiasi bintik-bintik putih dan kelopak lima. Biasanya, Rafflesia yang mekar bisa bertahan hingga 20 hari, sebelum akhirnya layu dan membusuk. Rafflesia Arnoldi maupun bunga Kibut (Amorphophallus titanum) sama-sama dikenal sebagai dengan ukurannya yang besar dan mengeluarkan bau busuk seperti bangkai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lagi-lagi malaysia mengklaim salah satu keanekaragaman hayati indonesia, yaitu bunga bangkai (rafflesia arnoldi).&lt;br /&gt;Di Semenanjung Malaysia, di hutan wisata Bukit Tacing di Benta, Kuala Lipis, dan Pahang, pemerintah negeri itu mempercayakan penduduk asli Kampung Jerangsang untuk menjaga dan merawat kawasan hutan lindung dimana Rafflesia tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga rafflesia juga menjadi icon kebudayaan milik kementrian malaysia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti terdapat di baliho dan iklan lainnya yang memampangkan rafflesia sebagai icon, kebanggaan kita sebagai rakyat indonesia.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why we don't CARE....???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-2848596097821948607?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/2848596097821948607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/rafflesia-arnoldi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2848596097821948607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2848596097821948607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/rafflesia-arnoldi.html' title='Rafflesia Arnoldi..'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-6679764696427108250</id><published>2009-09-11T00:37:00.003+07:00</published><updated>2009-10-15T11:57:33.445+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="http:/www.google.com/reader/ui/3247397568-audio-player.swf?audioUrl=http://www.storage.to/get/NGRFJZGY/bengkulu indah2.mp3" width="200"height="27" allowscriptaccess="never" quality="best"bgcolor=#ffffff" wmode="window" flashvars="playerMode=embedded"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-6679764696427108250?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/6679764696427108250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/6679764696427108250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/6679764696427108250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/blog-post.html' title=''/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-3711717335996987912</id><published>2009-09-09T09:32:00.006+07:00</published><updated>2009-10-28T10:18:00.683+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cap Kodok di Bengkulu'/><title type='text'>Cap Kodok di Bengkulu??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SqcUUN2fSWI/AAAAAAAAACA/vky-crHIH8w/s1600-h/images.jpeg2.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 125px; height: 109px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SqcUUN2fSWI/AAAAAAAAACA/vky-crHIH8w/s200/images.jpeg2.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379290617465489762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SqcT98nSgPI/AAAAAAAAAB4/xB-8ttnKv8Y/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 87px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SqcT98nSgPI/AAAAAAAAAB4/xB-8ttnKv8Y/s200/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379290234881212658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pedagang di Kota Bengkulu masih menggunakan pewarna makanan dan kue yang dilarang beredar berdasarkan razia makanan yang dilakukan pada bulan Ramadhan ini. Razia tersebut dilaksanakan oleh Disperindagsar di Pasar Baru Koto Kota Bengkulu. Sanksi bagi pedagang yang masih menggunakan pewarna tersebut sesuai dengan UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen yang berupa hukuman pidana dan denda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pewarna Cap Kodok / Cap Angsa????&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Mengapa Pedagang menggunakan Pewarna makanan?. Berikut ini beberapa alasan utama menambahkan zat pewarna pada makanan:&lt;br /&gt;1. Untuk memberi kesan menarik bagi konsumen.&lt;br /&gt;2. Menyeragamkan warna makanan dan membuat identitas produk pangan.&lt;br /&gt;3. Untuk menstabilkan warna atau untuk memperbaiki variasi alami warna. Dalam hal ini penambahan warna bertujuan untuk untuk menutupi kualitas yang rendah dari suatu produk sebenarnya tidak dapat diterima apalagi bila menggunakan zat pewarna yang berbahaya.&lt;br /&gt;4. Untuk menutupi perubahan warna akibat paparan cahaya, udara atau temperatur yang ekstrim akibat proses pengolahan dan selama penyimpanan.&lt;br /&gt;5. Untuk menjaga rasa dan vitamin yang mungkin akan terpengaruh sinar matahari selama produk disimpan.&lt;br /&gt;Pewarna sintetis umumnya digunakan oleh pedagang dikarenakan mempunyai keuntungan yang nyata dibandingkan pewarna alami, yaitu mempunyai kekuatan mewarnai yang lebih kuat, lebih seragam, lebih stabil, dan biasanya lebih murah. Pewarna yang pada umumnya digunakan diantaranya Rhodamine B, yang merupakan bahan pewarna pada tekstil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rhodamine B&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.239/Menkes/Per/V/85 menetapkan 30 zat pewarna berbahaya. Rhodamine B termasuk salah satu zat pewarna yang dinyatakan sebagai zat pewarna berbahaya dan dilarang digunakan pada produk pangan (Syah et al. 2005). Namun demikian, penyalahgunaan rhodamine B sebagai zat pewarna pada makanan masih sering terjadi di lapangan dan diberitakan di beberapa media massa. Sebagai contoh, rhodamine B ditemukan pada makanan dan minuman seperti kerupuk, sambal botol dan sirup di Makassar pada saat BPOM Makassar melakukan pemeriksaan sejumlah sampel makanan dan minuman ringan (Anonimus 2006).&lt;br /&gt;Rhodamine B termasuk zat yang apabila diamati dari segi fisiknya cukup mudah untuk dikenali. Bentuknya seperti kristal, biasanya berwarna hijau atau ungu kemerahan. Di samping itu rhodamine juga tidak berbau serta mudah larut dalam larutan berwarna merah terang berfluorescen. Zat pewarna ini mempunyai banyak sinonim, antara lain D and C Red no 19, Food Red 15, ADC Rhodamine B, Aizen Rhodamine dan Brilliant Pink B. Rhodamine biasa digunakan dalam industri tekstil. Pada awalnya zat ini digunakan sebagai pewarna bahan kain atau pakaian. Campuran zat pewarna tersebut akan menghasilkan warna-warna yang menarik. Bukan hanya di industri tekstil, rhodamine B juga sangat diperlukan oleh pabrik kertas. Fungsinya sama yaitu sebagai bahan pewarna kertas sehingga dihasilkan warna-warna kertas yang menarik. Sayangnya zat yang seharusnya digunakan sebagai pewarna tekstil dan kertas tersebut digunakan pula sebagai pewarna makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan zat pewarna ini dilarang di Eropa mulai 1984 karena rhodamine B termasuk karsinogen yang kuat. Efek negatif lainnya adalah menyebabkan gangguan fungsi hati atau bahkan bisa menyebabkan timbulnya kanker hati. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa zat pewarna tersebut memang berbahaya bila digunakan pada makanan. Hasil suatu penelitian menyebutkan bahwa pada uji terhadap mencit, rhodamine B menyebabkan terjadinya perubahan sel hati dari normal menjadi nekrosis dan jaringan di sekitarnya mengalami disintegrasi. Kerusakan pada jaringan hati ditandai dengan adanya piknotik (sel yang melakukan pinositosis) dan hiperkromatik dari nukleus, degenerasi lemak dan sitolisis dari sitoplasma (Anonimus 2006).&lt;br /&gt;Menurut Dinas Kesehatan ciri-ciri makanan yang diberi Rhodamin B adalah warna makanan merah terang mencolok. Biasanya makanan yang diberi pewarna untuk makanan warnanya tidak begitu merah terang mencolok. Tanda-tanda dan gejala akut bila terpapar Rhodamin B :&lt;br /&gt;1. Jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan.&lt;br /&gt;2. Jika terkena kulit dapat menimbulkan iritasi pada kulit.&lt;br /&gt;3. Jika terkena mata dapat menimbulkan iritasi pada mata, mata kemerahan, udem pada kelopak mata.&lt;br /&gt;4. Jika tertelan dapat menimbulkan gejala keracunan dan air seni berwarna merah atau merah muda.&lt;br /&gt;Metanil Yellow juga merupakan salah satu zat pewama yang tidak diizinkan untuk ditambahkan ke dalam bahan makanan. Metanil Yellow digunakan sebagai pewama untuk produk-produk tekstil (pakaian), cat kayu, dan cat lukis. Metanil juga biasa dijadikan indikator reaksi netralisasi asam basa.&lt;br /&gt;Studi yang dilakukan oleh Universitas Hokoriku, Kanazawa, Jepang. Efek Rhodamine B pada kosmetik adalah pada proliferasi dari fibroblas yang diamati pada kultur sistem. Rhodamine B pada takaran 25 mikrogram/ml dan diatasnya secara signifikan menyebabkan pengurangan sel setelah 72 jam dalam kultur. Studi ini menghasilkan bahwa 50 mikrogram/ml dalam rhodamine B menyebabkan berkurangnya jumlah sel setelah 48 jam dan lebih. Studi ini juga menyarankan bahwa zat warna rhodamine B menghambat proliferasi tanpa mengurangi penggabungan sel. Gabungan [3H] timidine dan [14C] leusin dalam fraksi asam tidak terlarut dari membran sel secara signifikan dihambat oleh 50 mikrogram/ml Rhodamine B. Rhodamine 6G menyebabkan kerusakan sel yang parah dan rhodamine B secara signifikan mengurangi jumlah sel. Rhodamine 123 tidak memiliki efek yang berarti, sedangkan. Lebih jauh lagi, rhodamine B mengurangi jumlah sel vaskuler endothelial pada pembuluh darah sapi dan sel otot polos pada pembuluh darah hewan berkulit duri setelah 72 jam dalam kultur. Sehingga tidak berlebihan jika studi ini menyimpulkan bahwa rhodamine B menghambat proses proliferasi lipo fibroblast pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga para pedagang di Bengkulu menyadari bahaya bahan tekstil Rhodamine B dalam bahan makanan bagi kesehatan manusia.  Jadi bagi masyarakat Bengkulu hendaklah hati-hati dalam memilih bahan pengawet / additif makanan jangan sampai kesehatan anda terancam. &lt;b&gt;MEREK BAHAN MAKANAN CAP KODOK, CAP ANGSA ATAUPUN CAP MATAHARI................ &lt;/b&gt;tidaklah penting, yang terpenting Kandungan dari Bahan makanan tersebut.. Sekedar informasi yang saya dapatkan Rhodamine B memiliki nama lain yaitu:&lt;br /&gt;• Acid Bruliant Pink B&lt;br /&gt;• ADC Rhodamine B&lt;br /&gt;• Aizen Rhodamine BH&lt;br /&gt;• Aizen Rhodamine BHC&lt;br /&gt;• Akiriku Rhodamine B&lt;br /&gt;• Briliant Pink B&lt;br /&gt;• Calcozine Rhodamine BL&lt;br /&gt;• Calcozine Rhodamine BX&lt;br /&gt;• Calcozine Rhodamine BXP&lt;br /&gt;• Cerise Toner&lt;br /&gt;• [9-(orto-Karboksifenil)-6-(dietilamino)-3H-xantin-3-ylidene]dietil ammonium klorida&lt;br /&gt;• Cerise Toner X127&lt;br /&gt;• Certiqual Rhodamine&lt;br /&gt;• Cogilor Red 321.10&lt;br /&gt;• Cosmetic Briliant Pink Bluish D conc&lt;br /&gt;• Edicol Supra Rose B&lt;br /&gt;• Elcozine rhodamine B&lt;br /&gt;• Geranium Lake N&lt;br /&gt;• Hexacol Rhodamine B Extra&lt;br /&gt;• Rheonine B&lt;br /&gt;• Symulex Magenta&lt;br /&gt;• Takaoka Rhodmine B&lt;br /&gt;• Tetraetilrhodamine&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-3711717335996987912?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/3711717335996987912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/cap-kodok-di-bengkulu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/3711717335996987912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/3711717335996987912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/cap-kodok-di-bengkulu.html' title='Cap Kodok di Bengkulu??'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SqcUUN2fSWI/AAAAAAAAACA/vky-crHIH8w/s72-c/images.jpeg2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-1868358474523722599</id><published>2009-09-05T22:14:00.003+07:00</published><updated>2009-10-15T11:57:26.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Class Action'/><title type='text'>Class Action</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SqKAyxntsYI/AAAAAAAAABw/aL68hFNeOi0/s1600-h/128.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SqKAyxntsYI/AAAAAAAAABw/aL68hFNeOi0/s200/128.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378002514835517826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Classs Action Sebuah Senjata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan yang terjadi dikota Bengkulu cukup memperihatinkan, Penanganan yang dilakukan Dinas PU Kota dengan penambalan koral justru membuat jalan yang memiliki bentang hingga 10 meter tersebut menyempit. Hal ini terjadi karena jalan berkoral tersebut setelah berulang kali dilindas truk batubara over tonase membentuk gundukan, sedang di kiri kanan gundukan terbentuk lubang mengangga yang setiap hari semakin lebar.&lt;br /&gt;Kondisi jalan seperti ini jelas mengganggu lalu lintas. Jalan yang semula luas, sekarang menyempit. Setiap kendaraan yang melintasi harus berjalan lambat karena menghindari jalan rusak itu. Di ruas jalan ini kerap kali terjadi kecelakaan. Terutama pada malam hari karena suasana yang remang-remang tak ada lampu jalan. Disamping itu kerusakan jalan tersebut dapat menimbulkan penyakit ISPA yang berawal dari banyaknya partikel debu akibat kerusakan jalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut, istilah ini diadaptasi dari istilah dalam bahasa Inggris Acute Respiratory Infections (ARI). Penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak, karena sistem pertahanan tubuh anak masih rendah. Kejadian penyakit batuk pilek pada balita di Indonesia diperkirakan 3 sampai 6 kali per tahun, yang berarti seorang balita rata-rata mendapat serangan batuk pilek sebanyak 3 sampai 6 kali setahun.&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan besar untuk saat ini adalah apakah efek dari kerusakan jalan tersebut berakibat banyaknya pasien di Rumah Sakit yang ada di Kota Bengkulu yang berakibat penuhnya Rumah Sakit tersebut pada beberapa bulan terakhir ini??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi adanya kerusakan jalan yang ada di kota Bengkulu beberapa pecinta lingkungan bermaksud melakukan class action. Class Action terdapat dalam UU Nomor 23 Tahun 1997 yang merupakan penyempurnaan sekaligus pengganti UU Nomor 4 tahun 1982, secara singkat tentang class action yaitu :&lt;br /&gt;a. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Class action&lt;/span&gt; dalam UU Nomor 23 Tahun 1997&lt;br /&gt;UU Nomor 23 Tahun 1997 mengatur praktek baru dalam bidang hukum yaitu gugatan perwakilan atau class action. Gugatan class action adalah prosedur dimana seseorang atau beberapa orang atau organisasi dapat mengajukan gugatan atas nama sejumlah orang yang mengalami kerugian yang sama, terhadap orang atau organisasi yang sama. Gugatan ini menyangkut kepentingan banyak yang memiliki tuntutan yang sama. Peranan class action penting dalam kasus pencemaran lingkungan yang menyangkut a mass of people di pedesaan, yaitu rakyat biasa yang awam terhadap ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;Gugatan secara class action ini merupakan perkembangan baru dalam bidang hukum, sebagai mekanisme baru yang tidak dikenal dalam Hukum Acara Perdata kita. Pengaturannya dalam Bab VII pada pasal 37 pasal 39.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Gugatan perwakilan yang diajukan oleh masyarakat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Class Action) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan hukum yang benar-benar baru diterapkan dalam perundang-undangan lingkungan hidup adalah konstrukis tentang Class Action, yang didalam pasal 37 ayat (1) diterjemahkan sebagai gugatan perwakilan oleh masyarakat. Pasal ini menyatakan bahwa:&lt;br /&gt;Masyarakat berhak mengajukan gugatan perwakilan ke pengadilan dan / atau melaporkan ke penegak hukum mengenai berbagai masalah lingkungan hidup yang merugian perikehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikain pasal ini menentukan bahwa masyarakat yang diwakili oleh kelompok kecil masyarakat berhak untuk:&lt;br /&gt;(a) Mengajukan gugatan ke pengadilan dan / atau&lt;br /&gt;(b) Melaporkan ke penegak hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penjelasan pasal 37, hak mengajukan gugatan perwakilan adalah hak kelompok kecil masyarakat untuk bertindak mewakili masyarakat dalam jumlah besar yang dirugikan atas dasar persamaan permasalahan, fakta hukum dan tuntutan yang ditimbulkan karena pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;Dengan demikiaqn yang penting yang harus dipenuhi sebagai persyaratan untuk dapat diajukan gugatan class action ini adalah adanya dasar kesamaan: permasalahan, fakta hukum dan tuntutan.&lt;br /&gt;Dalan hal tertentu instansi pemerintah yang bertanggung jawab dibidang lingkungan hidup dapat bertindak untuk kepentingan masyarakat yaitu dalam hal jika diketahui bahwa masyarakat menderita akibat pencemaran dan atau pengrusakan lingkungan sedemikian rupa sehingga mempengaruhi perikehidupan pokok masyarakat (Pasal 37 ayat 2). Dari segi prosedural, tata cara Hukum Acara perdata yang berlaku (Pasal 29).&lt;br /&gt;Menurut Paulus Efendi Lotulung, secara hakiki tujuan dan kegunaan Class Action lebih ditekankan pada segi :&lt;br /&gt;· Efisiensi perkara.&lt;br /&gt;· Proses berperkara yang ekonomis.&lt;br /&gt;· Menghindari putusan yang berulang-ulang yang beresiko adanya inkonsistensi pada kasus yang sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-1868358474523722599?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/1868358474523722599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/class-action.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/1868358474523722599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/1868358474523722599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/class-action.html' title='Class Action'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SqKAyxntsYI/AAAAAAAAABw/aL68hFNeOi0/s72-c/128.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-2495427103462536194</id><published>2009-09-03T12:11:00.019+07:00</published><updated>2011-04-20T09:43:10.416+07:00</updated><title type='text'>Bahan Perkuliahan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahan Materi Kuliah Amdal............. &lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/6334589/DasarKuliahAmdal.zip.html" target="_blank"&gt;(download)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahan Materi Kuliah Dasar Epidemiologi ............ (&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/6334726/prinsipepidemiologi.zip.html" target="_blank"&gt;download&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan Lingkungan : Undang-Undang No. 23 Tahun 1997.... Silahkan &lt;a href="http://www.bkprn.org/v2/peraturan/file/UU-2397.pdf" target="_blank"&gt;Klik&lt;/a&gt; disini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K3 : Undang-Undang No. 01 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja.... Silahkan &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);" href="http://www.esdm.go.id/prokum/uu/1970/uu-01-1970.pdf" target="_blank"&gt;Klik&lt;/a&gt; disini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toksikologi Lingkungan(Xenobiotik).... Silahkan &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);" href="https://docs.google.com/fileview?id=1srNG0LaZwYvdYtZ_LuXZ8lLgQHehKOhjzeBnOMTe8UuOmdmNCUrWKSHapIwa&amp;amp;hl=in" target="_blank"&gt;Klik&lt;/a&gt; disini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toksikologi Lingkungan(Toksikokinetik).... Silahkan &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);" href="http://www.scribd.com/doc/40811261" target="_blank"&gt;Klik&lt;/a&gt; disini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toksikologi Lingkungan(Toksikokinetik).... Silahkan jika mengalami gangguan&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);" href="http://www.mediafire.com/?8lsc21h8m01d2v7" target="_blank"&gt; Klik&lt;/a&gt; disini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi KUliah tentang Air Minum...Silahkan &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);" href="https://docs.google.com/present/edit?id=0AbriEknDQYJ7ZGZyNHozOHRfMTBkNXo4dHRkeg&amp;amp;hl=in" target="_blank"&gt;Klik&lt;/a&gt; disini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Permenkes 492/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum............. &lt;a href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0B7riEknDQYJ7ODBiY2ZjYmUtODNhOS00NmJiLWEzNTQtZjM4NDhkN2IzZTgx&amp;hl=in" target="_blank"&gt;(download)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-2495427103462536194?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/2495427103462536194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/bahan-perkuliahan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2495427103462536194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2495427103462536194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/bahan-perkuliahan.html' title='Bahan Perkuliahan'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-3568522472059788667</id><published>2009-09-02T22:58:00.003+07:00</published><updated>2009-10-15T12:00:17.693+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Epidemiologi'/><title type='text'>Epidemiologi Cross-Sectional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/Sp6jjVbfAFI/AAAAAAAAABg/aoBf-wBvleU/s1600-h/danau.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/Sp6jjVbfAFI/AAAAAAAAABg/aoBf-wBvleU/s320/danau.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376914832570122322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Dasar Epidemiologi&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#ff0080;"&gt;AFRIYANTO&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;(Epid)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt;Salah satu contoh desain yang dipakai pada judul  Hubungan Dari Adanya Sambungan Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Atau Medan Listrik Dengan Timbulnya Beberapa Keluhan Kesehatan Pada Masyarakat Yang Tinggal Di Daerah Sekitar SUTET  adalah design &lt;b&gt;Cross Sectional&lt;/b&gt;(prevalensi)  karena mengamati status paparan, penyakit atau karakteristik terkait kesehatan lainnya secara serentak pada individu-individu dari suatu populasi pada satu saat (kasus/populasi total) dengan kata lain peneliti mempelajari hubungan antara variabel bebas (faktor risiko) dengan variabel tergantung (efek) yang  dinilai hanya satu kali saja tidak ada follow-up.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Keuntungan/kelebihan cross sectional&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;-                relatif cepat dan murah untuk mendeteksi adanya kejadian luar biasa&lt;br /&gt;- mudah dilaksanakan karena pengukuran variabel-variabel hanya dilakuakn satu kali, pada satu saat (tidak ada follow-up)&lt;br /&gt;- menghasilkan hipotesis spesifik untuk penelitian anlitis&lt;br /&gt;- dapat digunakan untuk mengetahui prevalensi penyakit dan masalah kesehatan lainnya pada masyarakat&lt;br /&gt;   &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kelemahan&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;§ subyek penelitian bsar bila variabelnya banyak&lt;br /&gt;§ kesimpulan korelasi faktor risiko dengan efek lemah&lt;br /&gt;§ hubungan waktu tidak bisa ditentukan sehingga peran logika dan teori penting&lt;br /&gt;§ tidak dapat menggambarkan perkembangan penyakit secara akurat&lt;br /&gt;§ tidak valid untuk meramalkan suatu kecenderungan (nilai prognostiknya lemah)&lt;br /&gt;§ tidak tepat untuk meneliti penyakit yang durasinya pendek&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Langkah-langkah pada studi cross sectional&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;1. &lt;/span&gt;merumuskan pertanyaan penelitian beserta hipotesis yang sesuai;&lt;br /&gt;§ masalah penelitian yang akan dijawab harus dikemukakan dengan jelas,&lt;br /&gt;- misalnya, pertanyaan penelitian yang akan dijawaba adalah apakah terdapat hubungan antara SUTET dengan timbulnya beberapa keluahan kesehatan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;2. &lt;/span&gt;mengidentifikasi variabel penelitian&lt;br /&gt;- semua variabel harus diidentifikasi dengan cermat berdasarkan kajian teori dan hasil penelitian sebelumnya;&lt;br /&gt;- membuat defenisi operasional yang jelas mana FR yang akan diteliti dan mana yang tidak diteliti, serta efek,&lt;br /&gt;- faktor risiko yang tidak diteliti perlu diidentifikasi agar dapat disingkirkan atau paling tidak dikurangi pada waktu pemiliohan subyek penelitian&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;3. &lt;/span&gt;menetapkan subyek penelitian&lt;br /&gt;- diupayakan agar variabilitas FR cukup besar, namun variabilitas variabel yang tdk diteliti dibuat minimum,&lt;br /&gt;- menetapkan populasi&lt;br /&gt;- tergantung tujuan penelitianpopulasi terjangkau bisa dari RS/fasilitas kesehatan lain atau masyarakat umum&lt;br /&gt;- perhitungkan kemungkinan untuk mendapatkan FR yang diteliti dalam populasi tsb-contoh studi HIV/AIDS, maka populasinya adalah kaum homoseks atau pengguna narkoba&lt;br /&gt;· menentukan sampel dan memperkirakan besar sampel&lt;br /&gt;- besar sampel dihitung dengan memakai rumus tertentu&lt;br /&gt;- pemilihan sampel harus dilakukan dng cara yang benar agar dapat mewakili populasi terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;4. &lt;/span&gt;melaksanakan pengukuran&lt;br /&gt;- pengukuran Var. bebas/FR&lt;br /&gt;- bisa menggunakan kuesioner, catatan medik, uji lab, pemeriksaan fisik atau prosedur pemeriksaan khusus.&lt;br /&gt;- Kuesioner atau wawancara-informasi yang didapat kurang akurat atau tidak lengkap&lt;br /&gt;· Pengukuran var. terikat/efek&lt;br /&gt;- Bisa memakai kuesioner, pemeriksaan fisik ataupun pemeriksaan khusus tergantung karakteristik penyakit/efek yang diteliti&lt;br /&gt;- Harus diperhitungkan beberapa hal yang bisa mengurangi validitas penelitian, sperti subyek yang tidak ingat akan timbulnya penyakit/efek&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;5. &lt;/span&gt;menganalisa data&lt;br /&gt;- sebelumnya harus dilakukan validitas dan pengelompokan data&lt;br /&gt;- dapat berupa uji hipotesis atau analisis untuk memperoleh risiko relatif (perbandingan antara prevalens efek pd kelompok dg risiko, dengan prevalens efek pada kelompok tanpa resiko-- Rasio Prevalens=RP)&lt;br /&gt;- RP harus selalu disertai dengan nilai interval kepercayaan (95% Confidence Interval)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;2. &lt;/span&gt;Hasil analisis&lt;br /&gt;Ø bila nilai &lt;i&gt;p-&lt;/i&gt;=0.002; disimpulkan bahwa timbulnya gangguan kesehatan pada masyarakat tersebut terjadi akibat adanya pembangunan SUTET tersebut, karena melihat nilai &lt;i&gt;p (probabilitas)-&lt;/i&gt;0.002 lebih kecil dari 0.05 yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima (ada hubungan antara sambungan SUTET dengan timbulnya beberapa keluhan kesehatan pada masyarakat tersebut)&lt;br /&gt;Ø OR=2.4 (95% CI=1.2  6.7) menunjukan bahwa masyarakat yang tinggal disekitar SUTET mempunyai kecenderungan kira-kira sebesar 2.4 kali untuk timbulnya beberapa keluhan kesehatan dari pada orang yang tidak tinggal disekitar SUTET, dengan tingkat kepercayaan 95% dan rasio prevalensinya terletak antara 1.2 sampai 6.7 (lebih dari satu disebut bermakna) menunjukkan bahwa dalam populasi yang diwakili oleh sampel yang diteliti, dengan kata lain adanya SUTET tersebut merupakan faktor risiko untuk timbulnya beberapa keluhan kesehatan pada masayarakat yang tinggal disekitar SUTET.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;3. &lt;/span&gt;arti dari OR=2.4 (95% CI=1.2 6.7) adalah menunjukan orang-orang yang terpapar mempunyai kecenderungan kira-kira sebesar 2.4 kali untuk terkena penyakit dari pada orang yang tidak terpapar, dengan tingkat kepercayaan 95% dan rasio prevalensinya terletak antara 1.2 sampai6.7 (angkanya lebih dari satu disebut bermakna) ini menunjukkan bahwa dalam populasi yang diwakili oleh sampel yang diteliti, dengan kata lain variabel tersebut merupakan faktor risiko untuk timbulnya penyakit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-3568522472059788667?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/3568522472059788667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/epidemiologi-cross-sectional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/3568522472059788667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/3568522472059788667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/09/epidemiologi-cross-sectional.html' title='Epidemiologi Cross-Sectional'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/Sp6jjVbfAFI/AAAAAAAAABg/aoBf-wBvleU/s72-c/danau.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-2949259725878878451</id><published>2009-08-30T23:23:00.036+07:00</published><updated>2011-05-30T11:05:04.137+07:00</updated><title type='text'>Environment Health</title><content type='html'>How to save gas for automobiles If everyone else feels the squeeze on his pocket buying gasoline, why shouldn't you? And particularly if gas prices rise every now and then-sure, why wouldn't you look for ways of saving on your gas bill. Well, here are a few ways in which you could save on gas: Increase your gas mileage through your tires. Fill them up with nitrogen just as auto racers do and you can do this at a nominal cost of $3-$5. The principle behind this is that when you fill your tires with this gas, you eliminate all other gases contained in the atmosphere. Air corrodes aluminium and steel wheels, introducing leaks through valve stems, wheel flanges and around the tire beads.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Copyright, 2006&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.geogise.com/" target="_blank"&gt;geogise.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengekstrak file hasil download ke komputer silahkan anda download program &lt;span style="font-style: italic;"&gt;winrar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.freedownloadscenter.com/Utilities/Compression_and_Zip_File_Utilities/WinRAR_Download.html" target="_blank"&gt;Click disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 102, 102); font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/6844174/UUNo.11Tahun2006.rar.html" target="_blank"&gt;Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.11 Tahun 2006 Tentang Kegiatan Wajib AMDAL&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/291823970/PP_27_Tahun_1999.pdf" target="_blank"&gt;Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 Tentang Amdal (Klik Disini)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/6879091/PP27Tahun1999.rar.html" target="_blank"&gt;Kalau mengalami gangguan silahkan klik disini untuk PP tentang Amdal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" href="http://amdal.intakindo.org/standar/intaki.php?id=permenklh11.txt" target="_blank"&gt;PERSYARATAN KOMPETENSI DALAM PENYUSUNAN DOKUMEN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP DAN PERSYARATAN LEMBAGA PELATIHAN KOMPETENSI PENYUSUN DOKUMEN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/7105012/permenkes_1204-2004-persyaratan_kes_rs.rar.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 1204/MENKES/SK/X/2004 TENTANG PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH SAKIT&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7187697/Kep.BapedalNO.56Tahun1994.rar.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/7187697/Kep.BapedalNO.56Tahun1994.rar.html"&gt;Keputusan Kepala Bapedal No. 56 Tahun 1994&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;Tentang : Pedoman Mengenai Dampak Penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 1990 Tentang : &lt;a href="http://docs.google.com/fileview?id=0B7riEknDQYJ7ODYwYjM3MDItNjQ1Ny00MWYyLTg0NzEtMjk0MmJiNDRiNmUz&amp;amp;hl=in"&gt;Pengendalian Pencemaran Air&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/6844854/DS.KESLING.rar.html" target="_blank"&gt;Materi Kuliah Dasar Kesling&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/6871206/belajartoefl.rar.html" target="_blank"&gt;Ingin Belajar Toefl.... Klik disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELAJAR MICROSOFT ACCES SILAHKAN &lt;a href="http://books.google.com/books?id=8sLi4khq9qkC&amp;amp;lpg=PR7&amp;amp;dq=belajar%20microsoft%20access&amp;amp;lr&amp;amp;pg=PA137#v=onepage&amp;amp;q=belajar%20microsoft%20access&amp;amp;f=false"&gt;KLIK....&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.easy-share.com/1910250805/pp_nomor_82_tahun_2001_kualitas_air.pdf"&gt;PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;NOMOR 82 TAHUN 2001&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0B7riEknDQYJ7ODBiY2ZjYmUtODNhOS00NmJiLWEzNTQtZjM4NDhkN2IzZTgx&amp;hl=in"&gt;PERATURAN MENTERI KESEHATAN NO. 492 TAHUN 2010 TENTANG PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-2949259725878878451?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/2949259725878878451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/08/environment-health.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2949259725878878451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/2949259725878878451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/08/environment-health.html' title='Environment Health'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-5295232699411792773</id><published>2009-08-19T10:23:00.000+07:00</published><updated>2009-08-19T11:03:38.552+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana; color: rgb(51, 102, 255);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SotwuJ--26I/AAAAAAAAAAM/zzF9ZcJbm_M/s1600-h/rafflesia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SotwuJ--26I/AAAAAAAAAAM/zzF9ZcJbm_M/s320/rafflesia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371510918825827234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: verdana; color: rgb(51, 102, 255);" class="content-artikel"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Epidemiologi&lt;/span&gt; adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang seberapa sering penyakit dialami oleh suatu kelompok orang yang berbeda dan mencari tahu bagaimana bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu ini bermanfaat sebagai informasi untuk merencanakan dan mengevaluasi strategi-strategi yang telah dilakukan, memberikan petujuk kepada para petugas kesehatan untuk menindaklanjuti perkembangan pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya dengan ilmu patologi, epidemiologi juga merupakan cabang ilmu yang integral dan memiliki deskripsi penanganan yang khas. Banyak data dan interpretasi yang harus disiapkan sehingga pengoleksian seluruh informasi dapat menghasilkan simpulan tentang suatu penyakit yang dipantau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Terminologi Epidemiologi  &lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Epidemiologi&lt;/span&gt; berasal dari bahasa Yunani, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Epi &lt;/span&gt;= yang berkaitan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Demos&lt;/span&gt; =  masyarakat, daerah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Logos&lt;/span&gt; = ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;epidemiologi&lt;/span&gt; adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Sejarah Epidemiologi    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epidemiologi sudah berkembang pesat sejak zaman Yunani kuno. Ilmu ini sangat berpengaruh besar terhadap perilaku masyarakat guna mencapai tujuan sosial-humanisme. Etape-etape epidemiologi adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hippocrates, (circa 400 BCE): On Airs, Waters, and Places.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;John Graunt (1620-1674): Natural and Political Observations on the Bills of Mortality&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;James Lind (1716-1794):  A Treatise of the Scurvy in Three Parts&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;William Farr: Campaigning statistician&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;John Snow: On the Mode and Communication of Cholera &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Joseph Golderberger (1874-1929)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari keseluruhan para ahli epidemiologi, John Snow lah yang dianggap sebagai Bapak Epidemiologi Modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Para filsuf yang berpengaruh besar bagi perkembangan epidemiologi&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Francis Bacon (1561-1704)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;John Locke (1632-1704)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;George Berkeley (1685-1753)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;David Hume (1711-1776)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;John Stuart Mill (1806-1873)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karl Popper (1902-1992)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;John Tukey (1915-2000)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Hal-hal penting dalam Epidemiologi &lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;1. Populasi yang didata kesehatannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penduduk sebuah area yang akan diambil data kesehatannya harus jelas. Apakah seseorang sakit atau tidak, riwayat kesehatannya dalam jangka waktu tertentu, jeis kelamin, semua data harus lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;2. Study Population&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang petugas kesehatan harus mempelajari karakteristik masyarakat yang akan diambil data kesehatannya. Budaya makan, kegiatan apa yang sering dilakukan, mata pencarian, kebiasaan buruk, ekosistem tempat masyarakat tumbuh, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;3. Observation (study sample)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak keseluruhan populasi yang diambil datanya. Ini dikarenakan masalah waktu dan biaya yang tidak memungkinkan seluruh orang diperiksa. Maka dilakukan observasi dengan mengambil sampel beberapa penduduk yang dianggap mewakili kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. Ilmu-ilmu yang berhubungan dengan Epidemiologi&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Biologi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sosiologi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Filosofi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Statistika&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Biostatistika&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mikrobiologi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Imunologi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kimia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pediastric dan Geriatric &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; color: rgb(255, 102, 102); font-style: italic;"&gt;(AsianBrain.com) &lt;a href="http://arviant.web.ugm.ac.id/content/Epidemiologi%20dasar.pdf"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;(Power Point) silahkan klik disini..&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-5295232699411792773?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/5295232699411792773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/08/epidemiologi-adalah-cabang-ilmu-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/5295232699411792773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/5295232699411792773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/08/epidemiologi-adalah-cabang-ilmu-yang.html' title=''/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SotwuJ--26I/AAAAAAAAAAM/zzF9ZcJbm_M/s72-c/rafflesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-4744678720287667449</id><published>2009-08-17T10:24:00.002+07:00</published><updated>2009-09-11T09:29:37.179+07:00</updated><title type='text'>SEKELUMIT TENTANG BLOG...</title><content type='html'>Untuk memudahkan anda dalam membuat Blog.... silahkan &lt;a href="http://pelajaran-blog.blogspot.com/2009/04/menghias-text-area-pda-blog.html" target="_blank"&gt;klik&lt;/a&gt; disini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya kamu aja mau dipercantik, blog juga bisa dipercantik kok.... &lt;a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com" target="_blank"&gt;klik&lt;/a&gt;..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-4744678720287667449?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/4744678720287667449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/08/sekelumit-tentang-blog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/4744678720287667449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/4744678720287667449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/08/sekelumit-tentang-blog.html' title='SEKELUMIT TENTANG BLOG...'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-6254172914756617960</id><published>2009-08-17T09:53:00.001+07:00</published><updated>2009-10-15T12:02:10.763+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Amdal'/><title type='text'>AMDAL.....</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, yang sering disingkat AMDAL, merupakan reaksi terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia yang semakin meningkat. Reaksi ini mencapai keadaan ekstrem sampai menimbulkan sikap yang menentang pembangunan dan penggunaan teknologi tinggi. Dengan ini timbullah citra bahwa gerakan lingkungan adalah anti pembangunan dan anti teknologi tinggi serta menempatkan aktivis lingkungan sebagai lawan pelaksana dan perencana pembangunan. Karena itu banyak pula yang mencurigai AMDAL sebagai suatu alat untuk menentang dan menghambat pembangunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan diundangkannya undang-undang tentang lingkungan hidup di Amerika Serikat, yaitu &lt;em&gt;National Environmental Policy Act (NEPA)&lt;/em&gt; pada tahun 1969. NEPA mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1970. Dalam NEPA pasal 102 (2) (C) menyatakan,&lt;br /&gt;“Semua usulan legilasi dan aktivitas pemerintah federal yang besar yang akan diperkirakan akan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan diharuskan disertai laporan &lt;em&gt;Environmental Impact Assessment&lt;/em&gt; (Analsis Dampak Lingkungan) tentang usulan tersebut”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;AMDAL mulai berlaku di Indonesia tahun 1986 dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1086. Karena pelaksanaan PP No. 29 Tahun 1986 mengalami beberapa hambatan yang bersifat birokratis maupun metodologis, maka sejak tanggal 23 Oktober 1993 pemerintah mencabut PP No. 29 Tahun 1986 dan menggantikannya dengan PP No. 51 Tahun 1993 tentang AMDAL dalam rangka efektivitas dan efisiensi pelaksanaan AMDAL. Dengan diterbitkannya Undang-undang No. 23 Tahun 1997, maka PP No. 51 Tahun 1993 perlu disesuaikan. Oleh karena itu, pada tanggal 7 Mei 1999, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999. Melalui PP No. 27 Tahun 1999 ini diharapkan pengelolaan lingkungan hidup dapat lebih optimal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembangunan yang tidak mengorbankan lingkungan dan/atau merusak lingkungan hidup adalah pembangunan yang memperhatikan dampak yang dapat diakibatkan oleh beroperasinya pembangunan tersebut. Untuk menjamin bahwa suatu pembangunan dapat beroperasi atau layak dari segi lingkungan, perlu dilakukan analisis atau studi kelayakan pembangunan tentang dampak dan akibat yang akan muncul bila suatu rencana kegiatan/usaha akan dilakukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;AMDAL adalah singkatan dari analisis mengenai dampak lingkungan. Dalam peraturan pemerintah no. 27 tahun 1999 tentang analisis mengenai dampak lingkungan disebutkan bahwa AMDAL merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Kriteria mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan terhadap lingkungan hidup antara lain:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a.       jumlah manusia yang terkena dampak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b.      luas wilayah persebaran dampak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c.       intensitas dan lamanya dampak berlangsung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;d.      banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;e.       sifat kumulatif dampak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;f.       berbalik (&lt;em&gt;reversible&lt;/em&gt;) atau tidak berbaliknya (&lt;em&gt;irreversible&lt;/em&gt;) dampak&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-6254172914756617960?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/6254172914756617960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/08/amdal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/6254172914756617960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/6254172914756617960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/08/amdal.html' title='AMDAL.....'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1324309617528393885.post-4165044583480520909</id><published>2009-08-17T09:29:00.005+07:00</published><updated>2009-09-11T09:32:43.848+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>BERITA</title><content type='html'>&lt;code&gt;&amp;bull; &lt;a href="http://www.bbcnews.com" target="_blank"&gt;BBC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;bull; &lt;a href="http://www.cnn.com" target="_blank"&gt;CNN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;bull; &lt;a href="http://www.forbes.com" target="_blank"&gt;Forbes&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;bull; &lt;a href="http://www.reuters.com" target="_blank"&gt;Reuters&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;bull; &lt;a href="http://www.skysport.com" target="_blank"&gt;Skysport&lt;/a&gt;&lt;/code&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1324309617528393885-4165044583480520909?l=aprinias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprinias.blogspot.com/feeds/4165044583480520909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/08/berita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/4165044583480520909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1324309617528393885/posts/default/4165044583480520909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprinias.blogspot.com/2009/08/berita.html' title='BERITA'/><author><name>Environment Health</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10917181653674636487</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KqUT_a6D_yU/SplOeErNh7I/AAAAAAAAAAg/8YMutrRc1lI/S220/manusia+salju.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
